jen psakiTbilisi, LiputanIslam.com — AS menyatakan keprihatinannya atas sejumlah pemecatan terhadap anggota kabinet pemerintahan di Republik Georgia, sekutu AS di kawasan Laut Hitam.

Jubir Kemenlu AS Jen Psaki, sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Jumat (7/11), mengatakan bahwa seluruh kelompok di Georgia harus bersatu dan bekerjasama menjaga masa depan Georgia di tengah kondisi kekacauan.

“Kami mendesak semua kelompok untuk bekerjasama meraih tujuan-tujuan dan fokus pada upaya menjaga masa depan Georgia di Eropa dan Atlantik,” kata Psaki.

“AS memperhatikan dengan serius pemecatan Menhan Alasania dan wakil-wakilnya, pengunduran diri Menteri Negara Integrasi Eropa-Atlantik Petriashvili, pengunduran diri Menlu Panjikidze dan wakil-wakilnya,” tambah Psaki dalam pernyataan persnya.

Menurut Psaki, para menteri tersebut telah bekerja dengan baik dan telah menjalin hubungan baik dengan AS.

“Pada saat kondisi regional yang bergejolak dan tantangan ekonomi domestik, adalah kepentingan Georgia untuk menunjukkan stabilitas persatuan, berkomitmen kepada proses hukum dan kepercayaan publik dalam institusi-institusi demokratisnya.”

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Georgia Giorgi Margvelashvili dalam pertemuan darurat hari Rabu (5/11) mendesak pemerintah untuk bersama-sama mengkaji isu tentang implementasi kesepakatan dengan Uni Eropa dan paket substantif langkah-langkah yang akan membantu Georgia semakin dekat dengan NATO.

Sebelumnya, pada hari Selasa (4/11), Perdana Menteri Irakly Garibashvili memecat Menhan Irakly Alasaniya setelah ia mengatakan tentang adanya “serangan terarah” yang diarahkan terhadap departemennya, merujuk pada sejumlah tuntutan hukum kepada beberapa pejabat Kemenhan.

Tidak lama kemudian, Menlu Maia Panjikidze dan Meneg Integrasi Eropa dan Eropa-Atlantik Aleksi Petriashvili mengumumkan pengunduran diri.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL