Washington, LiputanIslam.com—Mayoritas pembunuhan oleh ekstrimis  di AS pada tahun lalu dilakukan oleh kelompok sayap kanan, alias kelompok supremasi kulit putih. Demikian penelitian terbaru dari Liga Anti Fitnah AS pada Rabu (17/1/18).

Menurut penelitian tersebut, angka pembunuhan oleh kelompok ini meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun 2017 merupakan tahun dengan kekerasan tertinggi ke-5 sejak tahun 1970. Kekerasan yang terjadi seringkali berkaitan dengan gerakan sayap kanan, “selagi gerakan ini memperluas operasi mereka di tahun 2017 dari ranah internet sampai dunia fisik…”

“Para ekstrimis ini terlibat dalam berbagai macam kejahatan lain, dari ancaman, pelecehan, sampai kejahatan kerah putih,” sebut penelitian ini.

Salah satu kasus kejahatan kelompok supremasi kulit yang terkenal adalah dalam aksi demo di Charlottesville, Virginia, pada Agustus tahun lalu. Sebuah mobil yang dikendarai  anggota kelompok ini menabrak seorang peserta demo anti-supremasi, dan  akhirnya menewaskan satu orang dan melukai 19 lainnya.

Kejadian ini menimbulkan debat nasional mengenai ras. Presiden AS Donald Trump sendiri menolak menyalahkan kelompok supremasi atas tragedi tersebut. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*