vigil candleMelbourne, LiputanIslam.com — Misteri kematian 8 anak oleh aksi penikaman maut di Cairns, Australia, mulai menunjukkan titik terang setelah polisi menyatakan ibu dari ke-7 anak korban penikaman itu sebagai tersangka dan telah menahannya.

Polisi mengatakan bahwa wanita berusia 37 tahun itu telah mengakui sebagai pelaku penikaman. Polisi menemukan wanita itu dalam kondisi terluka di antara mayat-mayat anak-anaknya dan seorang keponakannya, Jumat (19/12). Polisi datang ke tempat itu setelah menerima panggilan darurat seseorang yang melihat seorang wanita yang terluka.

Para korban penikaman maut itu berumur antara 18 bulan hingga 15 tahun.

Mengkonfirmasi penahanan itu detektif Kepolisian Cairns, Bruno Asnicar mengatakan, “Ibu dari anak-anak itu yang berumur 37 tahun terlibat dalam insiden ini dan kini telah ditahan atas sangkaan pembunuhan di Cairns Base Hospital.” Demikian BBC News melaporkan.

“Sampai saat ini kami tidak mencurigai keterlibatan orang lain dan kami cukup puas bahwa masyarakat secara luas dalam kondisi aman,” tambahnya.

Seorang ahli otopsi kini tengah bekerja untuk memastikan penyebab kematian anak-anak itu. Polisi juga menyelidiki sejumlah senjata yang ditemukan di lokasi pembunuhan untuk memastikan apakah juga digunakan dalam aksi maut itu.

Polisi masih merahasiakan nama ibu pembunuh keji itu. Warga yang bersimpati menggelar malam duka dengan menyalakan lilin dan sebuah sebuah acara doa bersama di gereja kota Cairns, Jumat malam.

Perdana Menteri Tony Abbott dalam pernyataan tentang peristiwa ini menyebutnya sebagai “kejahatan yang tidak bisa diungkapkan” dan menyebut bahwa saat ini adalah “hari-hari penuh cobaan bagi Australia”.

Peristiwa tragis ini hanya berselang 3 hari dari aksi penyanderaan maut yang menewaskan 3 orang di Sydney Australia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL