juttingHongkong, LiputanIslam.com — Warga Inggris yang didakwa telah membunuh 2 orang wanita asal Indonesia, muncul di Pengadilan Eastern Magistrates’ Court, Senin (3/11).

Terdakwa Rurik Jutting ditangkap polisi setelah ditemukannya 2 jenasah wanita di apartemennya di kawasan Wan Chai, Sabtu (1/11). Satu di antara jenasah ditemukan di dalam kopor.

Polisi tidak menyebutkan identitas kedua wanita korban kekejaman Jutting, namun mereka memperkirakan keduanya berasal dari Indonesia yang bekerja sebagai PSK.

Jutting diketahui telah keluar dari pekerjaannya sebagai staff Bank of America Merrill Lynch seminggu sebelumnya. Ia dikenal sebagai alumni Cambridge University.

Jutting tampak lusuh dengan wajah yang tidak bercukur dan mengenakan kaos T-shirt selama persidangan. Ketika ditanyakan tentang tuduhan atas dirinya, ia menjawab singkat: “Saya mengetahui.”

Ia kini berada di tempat penahanan dan diharapkan akan muncul lagi di persidangan tanggal 10 November mendatang.

Hari Sabtu dini hari polisi datang ke apartemen mewah Jutting setelah menerima sebuah panggilan telepon. Mereka terkejut menemukan sesosok mayat wanita muda tergeletak di ruang tamu dengan luka-luka di leher dan bokongnya. Sementara di dalam sebuah kopor yang terletak di balkon, polisi juga menemukan jenasah lainnya dengan luka di leher.

Polisi menyebut menemukan pisau yang diduga digunakan untuk melakukan pembunuhan.

Pejabat kepolisian setempat Wan Siu-hung mengatakan kepada wartawan bahwa mayat yang ditemukan  dalam kopor diduga telah meninggal cukup lama.

Wartawan BBC di Hongkong menyebut kedua korban tersebut bernama Jessi dan Alis. Keduanya cukup terkenal di kawasan hiburan Wan Chai.

Jubir Kemenlu Indonesia Michael Tene, sebagaimana dilaporkan BBC News, mengkonfirmasi salah satu korban adalah warga Indonesia yang masuk ke Hongkong dengan visa turis.

“Kami tengah berusaha untuk memberikan informasi kepada keluarganya di Indonesia tentang situasi yang menyedihkan ini,” kata Tene.

Seorang menejer bar di kawasan itu, Robert van den Bosch mengaku telah mengenal kedua wanita itu selama 4 tahun. Ia menyebut polisi melakukan penggerebekan terhadap barnya dan tempat-tempat hiburan lainnya untuk mengetahui identitas kedua wanita itu.

South China Morning Post melaporkan bahwa polisi juga menemukan sejumlah kecil kokain di apartemen Jutting.

Ini bukan kasus pertama pembunuhan di Hongkong yang melibatkan Merrill Lynch. Pada tahun 2003 warga AS Nancy Kissel, membunuh suaminya sendiri, Robert Kissel yang juga bekerja di Merrill Lynch Hongkong.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL