parade tawananDonetsk, LiputanIslam.com — Pemberontak separatis pro-Rusia menggelar parade para tawanan pasukan Ukrina di kota Donetsk, Minggu (24/8). Parade ini digelar untuk “mengejek” Ukraina yang menggelar parade militer besar-besaran pada hari yang sama dan mengumumkan belanja militer baru senilai $3 miliar.

BBC News dengan mengutip laporan kantor berita Reuters melaporkan, warga meneriaki para tawanan itu dengan label “fascist”, sembari melamparkan botol air mineral ke arah tawanan yang berbaris di jalanan kota.
On Sunday, the rebels force-marched Ukrainians soldiers through the centre of Donetsk.

Kementrian pertahanan Ukraina mengecam keras aksi parade tersebut.

“Penyelenggara kegiatan menjijikkan itu tidak bisa dianggap sebagai manusia,” kata jubir Kemenhan Ukraina kepada kantor berita Interfax.

Sementara Presiden Poroshenko mengingatkan bahwa ancaman militer akan terus dihadapi Ukraina di masa mendatang, merujuk pada Rusia yang telah menganeksasi Krimea dan menjadi pendukung utama pemberontakan di Ukrina timur.

Untuk mengantisipasi itu, ia mengumumkan program modernisasi militer Ukraina sebesar $3 miliar selama tahun 2015-2017.

Sementara itu menyambut hari kemerdekaan Ukraina, Minggu (24/8), Ukraian menggelar parade militer di ibukota Kiev. Parade angkatan laut juga digelar di kota pelabuhan Odessa.

Ini adalah parade militer pertama menyambut “kemerdekaan” Ukraina dari Uni Sovyet yang pada tahun 2009 dilarang Presiden Viktor Yanukovych, yang dianggap pro-Rusia.

Sementara itu truk-truk bantuan kemanusiaan Rusia yang masuk ke wilayah Ukraina tanpa ijin untuk membantu warga di wilayah yang dikuasai pemberontak, pada hari Sabtu (23/8), telah kembali ke Rusia.

Pada hari yang sama, Kanselir Jerman Angela Markel mendesak dilakukannya gencatan senjata antara pemberontak dan pemerintah Ukraina dan mengancam Rusia dengan sanksi baru atas apa yang disebutnya sebagai intervensi Rusia di Ukraina.

Hari Selasa (26/8) Presiden Poroshenko, Presiden Vladimir Putin dan para pejabat Uni Eropa dijadwalkan bertemu untuk membahas penyelesaian konflik.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL