kidnapped-colombian-general-beginsHavana, LiputanIslam.com — Pemberontak FARC Kolombia membebaskan seorang jendral dan 2 pengawalnya yang diculik 2 minggu lalu.

Jendral Ruben Dario Alzate dan 2 pengawalnya itu diserahkan kepada perwakilan misi kemanusiaan yang dipimpin Palang Merah Internasional, hari Minggu (30/11). Selanjutnya mereka dibawa ke markas militer di dekat kota Medellin sebelum akhirnya kembali ke keluarganya. Demikian sebagaimana dilansir BBC News.

Penculikan Jendral Alzate tanggal 16 November lalu mendorong pemerintah menghentikan proses perundingan dengan pemberontak yang telah berlangsung selama 2 tahun terakhir di ibukota Kuba, Havana.

Menanggapi pembebasan itu President Juan Manuel Santos mengatakan bahwa hal itu “membantu menciptakan suasana kondusif bagi berlanjutnya perundingan”. Namun FARC menyatakan kekecewaannya dengan langkah yang dilakukan pemerintah dalam menanggapi insiden ini.

“Kami tidak bisa percaya dengan pemerintah yang memutuskan dengan seenaknya kapan untuk menghentikan dan kapan untuk membuka kembali perundingan,” kata jubir FARC kepada televisi Venezuela Telesur.

“Belum ada keputusan kepan pembicaraan itu dilanjutkan kembali,” tambahnya.

Perundingan di Havana adalah perkembangan positif untuk menghentikan konflik bersenjata antara pemerintah dan FARC yang telah berlangsung selama 50 dekade dengan menelan korban hingga 220.000 orang.

Pastor Alape, komandan FARC yang bertanggungjawab atas penculikan itu, terbang langsung dari Kuba untuk mengkoordinir pembebasan ketiga tawanan.

Palang Merah Ingternasional dan FARC menyebutkan bahwa serah terima tawanan dilakukan di lokasi terpencil di hutan dekat pantai Pasifik.

Jendral Alzate, pengawalnya Kopral Jorge Rodriguez dan pengacaranya Gloria Urrego diculik ketika bepergian dengan kapal boat di Sungai Atrato. Setelah dibebaskan mereka bertemu Menhan Juan Carlos Pinzon di pangkalan militer Rionegro di dekat Medellin.

FARC menyebutkan alasan penculikan tersebut, yaitu kekecewaan terhadap pemerintah yang terus melancarkan operasi militer terhadap mereka pada saat dilakukannya perundingan. Sementara pemerintah berdalih, operasi militer dilakukan untuk mencegah pemberontak melakukan pemulihan kekuatan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL