jendral colombiaTegucigalpa, LiputanIslam.com — Pemberontak Farc Colombia membatalkan rencana pembebasan seorang jendral yang diculiknya beberapa waktu lalu. Mereka keberatan dengan keberadaan militer besar-besaran di wilayah mereka di Provinsi Choco, utara Colombia.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Minggu (23/11) petang, pemberontak sebelumnya telah merencanakan untuk membebaskan Jendral Alzate pada hari Selasa (25/11). Sementara itu akibat penculikan itu pemerintah Colombia menghentikan perundingan dengan pemberontak yang telah digelar selama 2 tahun di Cuba.

Jendral Alzate diculik oleh kelompok pemberontak Farc bersama 2 tentara pengawalnya pada 16 November lalu.

Pada hari Sabtu (22/11) Presiden Juan Manuel Santos mengumumkan bahwa pemberontak Farc siap untuk membebaskan Jendral Alzate minggu ini, namun tidak menyebutkan harinya.

Brigjen Ruben Dario Alzate Mora Ruben Dario Alzate adalah seorang perwira tinggi Colombia pertama yang menjadi korban penculikan selama 50 tahun konflik pemerintah dengan kelompok pemberontak Farc.

“Area itu telah diduduki pasukan pemerintah dengan pesawat-pesawat terbang di udara dan tindakan keamanan yang membatasi pergerakan warga yang tinggal,” demikian pernyataan delegasi Farc di Havana, Cuba.

“Kecuali kondisinya berubah, hal ini tidak mungkin untuk membebaskan Jendral Alzate dan pengawalnya minggu ini,” tambah pernyataan itu.

Jendral Alzate dan 2 pengawalnya yang berpakaian sipil ditangkap pemberontak hari Minggu pekan lalu (16/11) ketika bepergian dengan perahu motor di Sungai Atrato di kawasan hutan di Arauca, dekat pantai Samudra Pasifik.

Tidak diketahui alasan Jendral Alzate berada di wilayah yang dikontrol pemberontak itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL