trapped troopDonetsk, LiputanIslam.com — Pemberontak Ukraina setuju untuk membuka kepungan terhadap ribuan tentara Ukraina yang terjebak di medan perang, mengikuti seruan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Kami siap untuk membuka koridor kemanusiaan,” kata Alexander Zakharchenko, pemimpin pemberontak Ukraina kepada Rossiya 24 TV, Jumat (29/8) seperti dilaporkan RIA Novosti.

Langkah tersebut adalah sesuai seruan Putin yang dirilis melalui situs resmi pemerintah Rusia, Kamis malam, yang mendesak separatis untuk “menghindarkan korban yang tidak perlu”.

“Saya menyerukan kepada para pejuang untuk membuka koridor kemanusiaan untuk menghindarkan korban yang tidak perlu dan memberi mereka kesempatan untuk menarik diri dari zona pertempuran,” tulis Putin dalam seruannya.

Menurut para pemberontak sekitar 7.000 prajurit Ukraina kini terjebak di beberapa lokasi di wilayah Donbass (Donetsk dan Luhansk).

Pada hari Kamis (28/8) Ukraina mengkonfirmasi jatuhnya kota Novoazovsk ke tangah pemberontak dengan bantuan “pasukan Rusia yang menerobos wilayah Ukraina dengan 100 tank dan senjata-senjata berat”.

Rusia membantah tuduhan itu dan menyebutkan mereka adalah “sukarelawan Rusia”.

Poroshenko PD dengan Rencana Damainya

Sementara itu meski kondisi di lapangan semakin tidak menguntungkan bagi Ukraina setelah pemberontak berhasil merebut Novoazovsk dan mengancam kota Mauripol untuk membuka akses darat langsung antara Rusia dan Krimea, Presiden Ukraina Petro Poroshenko tetap yakin dengan rencana damainya mengakhiri konflik di Ukraina timur pada awal September mendatang.

“Saya sangat yakin jika Ukraina memiliki harapan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, perang akan berakhir di wilayah Ukraina. Itulah sebabnya hanya dialog yang sangat penting bagi kami,” kata Poroshenko seusai pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, Sabtu (30/8).

Pada Juni lalu Petro Poroshenko mengumumkan 15 poin rencana perdamaian untuk menghentikan konflik di Ukraina, termasuk dengan gencatan senjata.

Menlu Rusia menuduh rencana itu tidak sesuai dengan Persetujuan Genewa tanggal 17 April karena tidak menyebutkan tentang dialog nasional. Namun Rusia mendukung langkah Ukraina untuk menyelesaikan konflik secara damai.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL