M.t-Sunrise-689-1074549Singapura, LiputanIslam.com — Sebuah kapal tanker minyak milik Vietnam yang hilang minggu lalu setelah mengalami aksi pembajakan, akhirnya ditemukan bersama awak kapalnya yang dibebaskan para pembajak, Kamis (9/10).

Sebagaimana laporan BBC News, kapal tanker MT Sunrise 689, tengah menuju pelabuhan Quang Tri di Vietnam setelah bertolak dari Singapore tanggal 2 Oktober, sebelum menghilang. Awak kapal yang ditemukan mengatakan bahwa sekelompok orang bersenjata api dan pisau panjang tiba-tiba menyerbu ke dalam kapal dan memukuli semua awak kapal.

Selanjutnya mereka menyedot isi muatan sebelum meninggalkannya bersama para awaknya.

“Mereka memutuskan sistem komunikasi, kemudian menguras minyak dan barang-barang di kapal,” kata Nguyen Nhat, Direktur Departemen Maritim Vietnam kepada kantor berita AFP.

Menurut Nhat, pembajak berhasil menguras sepertiga minyak yang dimuat.

Kapten kapal Nguyen Quyet Thang mengatakan kepada media Vietnam bahwa para pembajak menyerbu kapal dengan menggunakan sebuah high-speed boat dan 2 kapal nelayan, 2 jam setelah kapal tanker meninggalkan Singapura tanggal 2 Oktober lalu.

Sejumlah awak kapal mengalami luka-luka setelah mencoba melawan mereka. Setelah itu mereka semua menjadi tawanan pembajak dan hanya mendapatkan 1 kali makan setiap harinya.

Wakil kapten kapal Pham Van Hoang mengatakan, kemungkinan para pembajak itu berasal dari Indonesia.

“Mereka menempelkan pisau di leher kami dan mangancam akan membunuh kami jika melawan,” katanya kepada kantor berita Associated Press melalui telepon.

Kapal MT Sunrise 689 yang kembali ke Vietnam Kamis malam, adalah kapal tanker ke 12 yang dibajak di Asia Tenggara sejak April tahun ini.

International Maritime Bureau menyebutkan adanya kenaikan jumlah pembajakan kapal di Asia Tenggara,khususnya di Selata Malaka, dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun pemerintah Indonesia, Singapura dan Malaysia telah meningkatkan patroli keamanan di kawasan itu.

Secara global, pembajakan laut diperkirakan menimbulkan kerugian bagi industri kelautan senilai $8 miliar, atau hampir mencapai Rp 100 triliun.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL