ukriana rusiaMoskow, LiputanIslam.com — Rusia, hari Sabtu (28/6), mengklaim tiga peluru, yang ditembakkan dari wilayah Ukraina telah menghantam pos bea cukai dan daerah berpenduduk di wilayahnya, menimbulkan kerusakan, tetapi tidak ada yang cedera.

“Dalam bentrokan di wilayah Ukraina, militer Ukraina menembakkan peluru yang jatuh di wilayah Rusia,” kata juru bicara badan perbatasan di daerah Rostov, Vasily Malayev, kepada kantor berita Rusia Interfax dan dikutip oleh Voice of Russia.

Satu menghantam dan merusak gedung pos bea cukai  dekat kota perbatasan Gukovo, sementara dua peluru lainnya mendarat di atau sekitar desa-desa terdekat.

Sementara itu pemerintah Ukraina pada hari Jumat (27/6) mengumumkan perpanjangan gencatan senjata hingga hari Senin (30/6). Meski demikian pertempuran masih saja berlangsung. Militer Ukriana mengklaim seorang personil militer Ukraina tewas dalam pertempuran di dekat kota Slovansk, Sabtu (28/6).

Separatis Bebaskan Seluruh Pemantau OSCE yang Ditawan

Dalam perkembangan lain, hari Sabtu (28/6) kelompok separatis membebaskan 4 personil tim pemantau dari organisasi keamanan Eropa OSCE.

Dengan pembebasan ini maka seluruh 8 personil tim pemantau OSCE yang ditawan kelompok separatis telah dibebaskan, karena sehari sebelumnya 4 anggota lainnya telah terlebih dahulu dibebaskan.

Ke-8 anggota pemantau OSCE itu ditangkap kelompok separatis bulan lalu. Pembebasan personil OSCE telah menjadi tuntutan utama baik oleh Uni Eropa, Ukraina dan Rusia untuk menyelesaikan krisis di Ukriana timur.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL