no rape indiaNew Delhi, LiputanIslam.com — Ribuan warga yang marah menyerbu sebuah penjara dan kemudian menggantung seorang pelaku pemerkosaan di kota Dimapur, negara bagian Nagaland, India. Demikian keterangan polisi.

BBC News melaporkan Kamis petang (5/3), Farid Khan, pelaku perkosaan itu, diseret di jalanan dalam keadaan telanjang oleh warga dan dipukuli sepanjang jalan sebelum akhirnya digantung hingga tewas.

Polisi yang datang terpaksa menembakkan senjata untuk membubarkan massa dan melukai sejumlah orang.

Koran Hindustan Times melaporkan bahwa massa mendobrak paksa gerbang penjara sebelum menggantung korban di menara jam yang menjadi simbol kota Dimapur.

Polisi mengatakan, korban amuk massa itu adalah seorang pedagang dari negara bagian tetangga Assam. Ia ditangkap bulan Februari lalu setelah dituduh melakukan aksi perkosaan.

Pada hari Rabu (4/3) warga mulai berpawai menuntut hukuman berat terhadap pelaku perkosaan itu sebelum berbuntut pada pendobrakan penjara dan aksi penggantungan. Polisi menerapkan jam malam setelah terjadinya insiden ini.

Selama ini telah terjadi ketegangan sosial di beberapa daerah di timur-laut India antara warga lokal dengan penduduk berbahasa Bengali yang berasal dari negara tetangga Bangladesh.

Isu perkosaan kembali memanas di India menyusul kontroversi larangan pemerintah atas pemutaran film dokumenter ‘India’s Daughter’, film tentang aksi perkosaan massal terhadap seorang mahasiswi di sebuah bus kota di New Delhi tahun 2012.

Film tersebut menampilkan wawancara dengan seorang pelaku yang tidak menunjukkan penyesalannya telah memperkosa dan kemudian membunuh korbannya. Film ini telah diputar di Inggris hari Rabu, namun rencana pemutaran di sebuah televisi India dibatalkan setelah keluarnya larangan dari otoritas India.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*