teroris brusselParis, LiputanIslam.com — Seorang tersangka pelaku penyerangan museum yahudi di kota Brussel, Belgia, tanggal 24 Mei lalu, telah mengakui perbuatannya. Demikian keterangan kepolisian Paris, Minggu (1/6).

Kepala penyidik kota Paris Francois Molins mengatakan kepada wartawan bahwa Mehdi Nemmouche (29 tahun), tersangka penyerangan yang menewaskan 3 orang itu ditangkap di sebuah stasiun kereta api di kota Mersaille pada hari Jumat (30/5). Saat ditangkap ia membawa senjata serbu Kalashnikov dan sepucuk pistol yang digunakan dalam penyerangan.

Menurut keterangan penyidik, Nemmouche pernah berada di Suriah selama setahun dan memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok radikal. Pada senjata yang disita tertulis nama kelompok Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), kelompok militan yang tengah berperang di Suriah dan Irak.

Kepolisian Belgia sebelumnya telah merilis gambar video yang memperlihatkan pelaku serangan. Sementara Presiden Perancis juga telah mengeluarkan pernyataan untuk menghentikan serangan-serangan para “jihadis”.

Menurut penyidik, Mehdi Nemmouche mengalami radikalisasi di dalam penjara, namun keterkaitannya dengan kelompok radikal di Suriah lah yang menjadi perhatian utama otoritas keamanan Perancis dan juga Eropa.

Kekhawatiran merembetnya aksi-aksi kekerasan di Eropa sebagai imbas konflik Suriah juga telah disampaikan para pejabat Inggris. Ratusan “mujahidin” yang kembali ke negaranya di Eropa dikhawatirkan akan melakukan tindakan-tindakan ekstrim. Berbagai pihak memperkirakan lebih dari 500 “mujahidin” asal Inggris telah pergi ke Suriah, sementara dari seluruh Eropa jumlahnya diperkirakan mencapai 3.000 orang.

Menurut keterangan polisi, Nemmouche yang berasal dari kota Roubaix di utara Perancis, ditangkap di stasiun Saint-Charles, Marseille, saat diadakan operasi pengeledahan obat-obatan terlarang. Kereta api yang membawa tersangka adalah kereta api yang berangkat dari Amsterdam melalui Brussels.

Nemmouche diduga mengalami radikalisasi saat di dalam penjara. Ia dijatuhi hukuman penjara tahun 2007 karena terlibat dalam aksi perampokan, dan bebas pada tahun 2012. Pada bulan Januari 2013 ia pergi ke Suriah dan kembali ke Perancis bulan Maret lalu.

Dalam serangan di Brussels tanggal 24 Mei lalu 3 orang tewas dan seorang mengalami luka serius. Dua di antara korban tewas adalah warga negara Israel yang diduga memiliki kaitan dengan dinas inteligen Israel.

Sekitar 42.000 warga keturunan yahudi tinggal di Belgia. Sekitar separoh dari jumlah itu tinggal di ibukota Brussel.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL