pedopilia filipinaManila, LiputanIslam.com — Seorang warga Australia resmi didakwa atas sejumlah kejahatan di Filipina, termasuk pelecehan seksual terhadap anak-anak serta pembunuhan gadis 12 tahun. Demikian kantor berita Press TV melaporkan, Jumat (27/2).

Polisi Filipina menangkap Gerard Peter Scully di kota Malaybalay di selatan Filipina pada tanggal 20 Februari lalu, kepala biro penyidikan Filipina, NBI, Angelito Magno mengatakan, Kamis (26/2). Penangkapan itu terjadi setelah 3 minggu pencarian terhadap dirinya, setelah pengadilan memerintahkan penangkapan dirinya pada bulan November lalu atas tuduhan pemerkosaan dan perdagangan manusia. Ini setelah polisi menemukan 2 gadis kecil dalam keadaan terikat dan telanjang di kamar tidur apartemen yang disewanya.

Pada hari Rabu (25/2) penyidik menemukan tulang-belulang seorang gadis yang diduga menjadi korban pembunuhan Scully 2 tahun yang lalu di sebuah dapur apartemen yang disewa Scully di kota Surigao di Pulau Mindanao.

Magno menambahkan bahwa pihaknya berkeyakinan Scully juga telah melakukan kejahatan terhadap beberapa gadis kecil lainnya.

“Penyidikan kami telah mengarah pada setidaknya 7 kasus pelecehan lainnya terhadap gadis-gadis di bawah umur. Aktifitasnya itu telah berlangsung selama sekitar 3 tahun. Ia mengincar gadis-gadis kecil di wilayah-wilayah miskin dan ia membujuk gadis-gadis itu dengan makanan dan pakaian,” kata Magno.

Scully yang berumur 51 tahun ini juga menjadi buruan kepolisian Belanda atas kejahatan kegiatan pornografi secara online.

Filippina dianggap sebagai satu pusat bisnis siberseks anak-anak bernilai jutaan dolar. Kepolisian Filipina menyebutkan hal ini tahun lalu. Para pelakunya dibantu oleh kemiskinan dan sistem hukum yang memungkinkan mereka tidak dikenal.

Konsumen terbesar bisnis ilegal ini adalah warga AS dan Eropa dengan korbannya ribuan gadis kecil negara-negara seperti Filipina.

Pada Januari tahun lalu kepolisian Australia, Inggris dan Filipina berhasil membongkar jaringan kejahatan siberseks internasional yang berbasis di Filipina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL