najib-razak2Kuala Lumpur, LiputanIslam.com — Malaysia akan menyiarkan laporan pada awal pekan depan terkait hilangnya pesawat terbang Malaysia Airlines MH370. Perdana Menteri Najib Razak mengatakan, hal itu dilakukan menyusul kritik yang dilayangkan terhadap pemerintah Malaysia soal transparansi dari investigasi yang dilakukan.

“Saya telah memerintahkan tim ahli investigasi internal untuk melihat laporan dan kemungkinan minggu depan kami bisa mengeluarkan lapran,” kata Najib dalam sebuah wawancara dengan CNN seperti dilansir dari AFP, Jumat (25/4).

Otoritas Malaysia menyebutkan, pada hari Rabu (23/4) yang lalu, laporan itu sudah dikirimkan ke Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), yang mengharuskan negara-negara untuk memberikan data faktual tentang pemeliharaan yang buruk di kecelakaan udara selama dalam 30 hari ini.

Namun Kepala Departemen Penerbangan Sipil, Azharuddin Abdul Rahman mengatakan, pada saat ini belum ada keputusan yang dibuat tentang penyiaran laporan itu ke publik. Najib telah menanyai alasan para penyidik perlu untuk melihat laporan itu sebelum disiarkan, dan apakah laporan itu mengindikasikan hal-hal yang ‘memalukan’.

“Saya rasa tidak. Tetapi saya hanya ingin tim ini dapat melewatinya. Dalam rangka transparansi, kami akan menyiarkan laporan itu minggu depan,” kata Najib.

Pesawat MAS MH370 yang membawa 239 penumpang dan awak hilang pada 8 Maret 2014 lalu. Otoritas terkait meyakini pesawat tersebut berbalik arah ke Samudera Hindia dan jatuh di perairan terpencil dekat pantai barat Australia. Pencarian besar-besaran, baik via udara maupun bawah laut masih terus dilakukan hingga kini.

Tim Investigasi Internasional Independen
Sebelumnya pada hari Kamis (24/4) pemerintah Malaysia telah membentuk tim investigasi internasional independen terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Tim tersebut akan mengevaluasi, menyelidiki dan memastikan penyebab hilangnya MH370.

Plt Menteri Transportasi Malaysia Hishammudin Hussain mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (24/4), tim tersebut dibentuk untuk menganalisa insiden hilangnya MH370 sehingga kejadian serupa bisa dihindari di masa mendatang.

“Kabinet hari ini memutuskan dan menyetujui pembentukan tim penyelidikan internasional untuk menyelidiki kasus hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370,” tutur Hishammuddin.

“Sangat penting bagi pemerintah untuk membentuk tim investigasi independen. Hal tersebut bukan hanya kompeten dan transparan namun juga sangat kredibel. Seperti yang terus-menerus saya katakan sejak awal, kami tidak menyembunyikan apapun,” imbuhnya.

Namun ditambahkan pejabat tinggi negeri jiran itu, tim investigasi ini tak akan mencakup aspek kriminal yang saat ini tengah dalam penyelidikan kepolisian Malaysia.

Pesawat MAS MH370 yang membawa 239 penumpang dan awak hilang pada 8 Maret lalu. Otoritas terkait meyakini pesawat tersebut berbalik arah ke Samudera Hindia dan jatuh di perairan terpencil dekat pantai barat Australia. Pencarian besar-besaran, baik via udara maupun bawah laut masih terus dilakukan hingga kini.

Dalam pencarian tersebut, tidak sedikit benda mencurigakan yang ditemukan mengapung di laut. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, obyek-obyek tersebut sama sekali tak terkait MH370.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL