Foto: Tribunnews.com

Foto: Tribunnews.com

Jakarta, LiputanIslam.com — Mulai pekan depan, kasus Obor Rakyat akan mulai dipersidangkan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Tony T Spontana. Disebutkan, berkas tersangka dan barang bukti telah diserahkan dari penyidik Polri, kepada Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan.

“Hari ini masuk tahap berikutnya, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Mabes Polri ke Jaksa Penuntut Umum,” ujar Tony, di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu 21 Januari 2014 seperti dilansir kompas.com. Ia menambahkan, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat telah menyiapkan tujuh orang Jaksa Penuntut Umum, untuk menyelesaikan kasus Obor Rakyat.

Sedangkan sebelumnya, penyidik Kejaksaan Agung menyatakan, berkas perkara kasus pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Joko Widodo melalui tabloid Obor Rakyat telah lengkap atau P21.

Meski demikian, menurut Tony, Kejaksaan tidak bisa menahan kedua tersangka dalam kasus Obor Rakyat tersebut. Pasalnya, menurut Pasal 21 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, kedua tersangka tidak memenuhi syarat penahanan, karena ancaman pidana yang diberikan kurang dari lima tahun.

Seperti diketahui, pada 4 Juli 2014 Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat Setyardi Budiyono dan penulis tabloid, Darmawan Sepriyossa, ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri. Keduanya dijerat Pasal 310 dan Pasal 311 terkait pencemaran nama baik, Pasal 156 dan Pasal 157 KUHP terkait penghinaan dan penyebaran kebencian.

Tabloid ini disebar secara masif di masjid-masjid dan pesantren di Pulau Jawa, yang berisi  kampanye hitam untuk Jokowi, yang saat itu merupakan calon presiden nomor urut 2, berpasangan dengan Jusuf Kalla. Tabloid beredar dalam beberapa edisi. Para pemimpin pondok pesantren dan pengurus masjid yang menerima kiriman ribuan eksemplar tabloid ini serempak menyatakan keheranannya, darimana gerangan sang pengelola tabloid memperoleh alamat mereka.

Akhirnya pada 16 Juni 2014, tim advokasi Jokowi-JK melaporkan Setyardi dan Darmawan dengan tuduhan penghinaan dan fitnah terhadap Jokowi melalui tabloid Obor Rakyat. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*