houthi fighterSana’a, liputanislam.com — Para pejuang Syiah Yaman, atau biasa disebut pejuang Houthi, berhasil merebut pangkalan yang menjadi basis kelompok Salafi, setelah melalui pertempuran sengit selama berminggu-minggu yang telah menewaskan sejumlah besar orang.

Sumber-sumber terpercaya menyebutkan bahwa para pejuang Houthi pada hari Minggu (2/2) merebut kota Houth dan Khamri di utara Yaman. Hal ini dianggap sebagai langkah besar para pejuang Syiah Houthi dalam perjuangannya untuk mendapatkan haka-hak sosial-politik yang lebih baik dari pemerintah pusat di Sana’a.

Dalam perjuangannya itu para pejuang Syiah Houthi (diambil dari nama pemimpin mereka Hussein Badreddin al-Houthi) tidak saja harus berperang melawan pasukan pemerintah, namun juga melawan milisi suku-suku Suni dan kelompok-kelompok Salafi serta tentara Saudi Arabia.

Para pejuang Syiah Houthi kini tengah terlibat dalam pertempuran sengit melawan suku Hashid sejak awal tahun ini. Ratusan orang dari pihak-pihak yang terlibat konflik telah tewas maupun luka-luka.

Pada hari Jumat (31/1) sebanyak 60 orang tewas dalam pertempuran antara para pejuang Houthi melawan kelompok-kelompok pro-salafi di Provinsi Omran. Pejuang Houthi menuduh suku Hashid telah membantu kelompok-kelompok salafi memerangi mereka di kota Dammaj, Provinsi Sa’ada di utara Yaman yang mayoritas berpenghuni orang-orang Syiah. Di Dammaj saat ini ribuan anggota militan salafi dari berbagai negara telah berkumpul untuk memerangi pejuang Houthi.

Jubir pejuang Houthi Mohammed Abdel Salam menuduh pemerintah mendukung kelompok-kelompok salafi.

Pada tgl 21 Januari pejuang Houthi menarik diri dari dialog nasional yang digelar pemerintah, setelah utusannya, Prof. Ahmad Sharafeddin, tewas ditembak orang tak di kenal. Ia adalah utusan kedua pejuang Houthi yang tewas ditembak saat mengikuti dialog nasional.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL