pejuang australiCanberra, LiputanIslam.com — Seorang pejuang anti-ISIS Australia yang juga mantan ketua partai Northern Territory Labor ditangkap aparat keamanana setelah bertempur di Suriah melawan ISIS bersama kelompok Kurdi.

Seperti dilansir Press TV, Minggu (5/4), kepolisian federal Australia membenarkan bahwa Matthew Gardiner (43 tahun) ditahan oleh aparat bea-cukai di Bandara Darwin pada Minggu pagi.

Gardiner bergabung dengan pejuang Kurdi sejak Januari lalu setelah mendapatkan hubungan melalui media sosial. Ia pergi meninggalkan istri dan 2 putranya untuk memerangi ISIS. Akibat kepergiannya itu jabatan dan  keanggotaannya di Northern Territory Labor juga turut ditinggalkannya.

Seorang jubir kantor Kejaksaan Agung Australia mengatakan bahwa Gardiner tetap dianggap telah melanggar hukum Australia, meski tujuannya memerangi kelompok teroris ISIS.

“Adalah melawan hukum dengan berperang di Suriah di fihak manapun,” kata pejabat itu.

“Jika Anda berperang secara ilegal dalam konflik di luar negari, maka Anda harus menghadapi hukuman saat kembali ke Australia,” tambahnya.

Menurutnya, tindakan tersebut hanya menambah penderitaan rakyat di Suriah dan Irak serta membahayakan warga Australia yang lain.

Diperkirakan 100 warga Australia kini terlibat perang di Suriah maupun Irak melawan kelompok ISIS bersama para pejuang Kurdi. Sementara itu setidaknya 110 warga Australia lainnya telah bergabung dengan kelompok ISIS.

Pada bulan Februari lalu Ashley Johnston, mantan anggota militer Australia, tewas dalam pertempuran melawan ISIS di kota Tel Hamis, Suriah.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL