Washington, LiputanIslam.com–Pejabat Partai Republik di Capitol Hill menunjukkan rasa frustrasi atas perilaku Presiden Donald Trump dalam pemerintah AS, dengan menyadari bahwa skandal-skandalnya yang melebar dapat membuat mereka membayar untuk pemilihan ulang presiden.

Trump belum lama ini dilaporkan telah membagikan informasi rahasia kepada pejabat Rusia dan diduga mencoba mencegah investigasi FBI terkait intervensi pemilu 2016 oleh Rusia.

Banyak pejabat Republik akhir-akhir ini bergabung dengan Demokrat dalam rangka meminta seorang jaksa spesial untuk melakukan investigasi terkait masalah ini. Beberapa lainnya bahkan mulai berspekulasi tenang pemakzulan Trump.

Krisis ini menyebabkan tekanan ekstra bagi Partai Republik di swing states.’ Mereka merasa mereka dan mayoritas GOP rentan kalah oleh Demokrat pada tahun depan.

James Comey, mantan Direktur FBI yang dipecat oleh Trump beberapa waktu lalu, dilaporkan menuliskan memo yang berisi bahwa sang presiden memintanya menghentikan penyelidikan tentang hubungan mantan penasehat nasional Michael Flynn dengan Rusia.

Setidaknya dua anggota Kongres Republik— Carlos Curbelo dari Florida dan Justin Amash dari Michigan— telah berani mengeluarkan pemikiran pemakzulan Trump  jika isi memo Comey itu benar adanya.

“Dosis skandal dan kontroversi harian ini sangat buruk. Hal ini tidak membuat saya bangga terhadap negara kita,” kata Curbelo.

Beberapa anggota konservatif bahkan berbicara secara privat apakah Wakil Presiden Mike Pence dapat menjadi alternatif yang baik jika ide pemakzulan Trump menarik bagi pemimpin GOP.

“Saya menilai Trump tidak akan menunjukkan perbaikan.” ujar salah satu lobi GOP kepada POLITICO. “Dengan itu, Pence cukup disukai oleh Capitol Hill, karena dia lumayan dapat diprediksi, dan tidak membuat banyak drama yang tak penting.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL