china_ivory_AP889660435974Dodoma, LiputanIslam.com — Para pejabat Cina yang menemani kunjungan Presiden Cina Xi Jinping berkunjung ke Tanzania, dituduh telah memborong sejumlah besar gading di pasar lokal. Environmental Investigation Agency (EIA) melaporkan hal ini seperti dikutip BBC News, Jumat (7/11).

Pemerintah Tanzania membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai “kebohongan yang bodoh”. Sedangkan Cina menyebutnya sebagai “tidak berdasar”.

EIA menyebutkan bahwa tingginya permintaan gading di Cina telah mendorong peningkatan perburuan liar terhadap gajah-gajah Afrika untuk diambil gadingnya. Tanzania adalah sumber terbesar gading gajah di dunia menurut laporan EIA.

Dalam laporan tersebut EIA menyebutkan berhasil mendapatkan informasi tentang pembelian gading-gading gajah oleh pejabat-pejabat Cina itu dari seorang pedagang gading di kota pelabuhan Dar es Salaam bernama Suleiman Mochiwa.

Ia menyebutkan bahwa saat delegasi pejabat dan pebisnis dari Cina tinggal, harga gading di pasaran lokal melonjak 2 kali lipat menjadi $700 (Rp 8 juta) per-kilo.

“Delegasi itu menggunakan kesempatan untuk memborong sejumlah besar gading sehingga harganya di pasar lokal melonjak,” tulis EIA dalam laporannya.

EIA menyebut, para pejabat itu menggunakan kesempatan kunjungan diplomatik untuk mengelabuhi petugas kepabeanan.

“Dua orang pedagang gading mengklaim bahwa para pembeli dari cina itu telah membeli ribuan kilogram gading, kemudian dikirim ke Cina dalam kopor-kopor diplomat dan diterbangkan dengan pesawat kepresidenan,” tulis EIA lagi.

Menanggapi laporan itu, jubir Kemenlu Cina Hong Lei mengatakan kepada Associated Press bahwa “Laporan itu tidak berdasar dan kami menyatakan kekecewaan kami.”

Sementara Direktur Kantor Menejemen Perdagangan Binatang Langka Meng Xianlin mengatakan, “Pernyataan tanpa bukti adalah tidak bisa dipercaya.”

Sementara jubir pemerintah Tanzania Assah Mwambene, mengatakan bahwa EIA tengah berusaha untuk “membingungkan” upaya pencegahan perdagangan gading.

“Semua orang tahu, kami berada di garis depan dalam peperangan melawan perdagangan ilegal ini,” katanya.

Sejak tahun 1989 perdagangan gading dilarang berdasar perjanjian “Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (Cites)”. Baik Cina maupun Tanzania adalah penandatangan perjanjian itu.

Meski demikian, Cina mengijinkan beroperasinya 150 toko penjual gading, yang memperdagangkan gading-gading yang diperoleh sebelum perjanjian internasional itu ditandatangani.

Awal bulan lalu Cina mengumumkan penghancuran sejumlah besar gading-gading ilegal, yang oleh para pengamat konservasi dianggap sebagai langkah penting. Sebanyak 6 ton gading utuh maupun dalam bentuk dan ornamen-ornamen, dihancurkan dalam aksi tersebut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL