Navi PillayNew York, LiputanIslam.com — Pejabat tinggi HAM PBB menuduh Israel melakukan kejahatan perang atas aksi militer yang dilakukan Israel di Gaza.

Navi Pillay, ketua badan HAM PBB, mengatakan dalam sidang Dewan HAM PBB yang digelar di Geneva hari Rabu (23/7), bahwa Israel serangan militer Israel di Gaza telah “gagal melindungi warga sipil”. Demikian laporan BBC, Rabu (23/7).

Israel melancarkan offensif militer sejak tanggal 8 Juli dengan dalih untuk menghentikan serangan roket Palestina.

“Ada kemungkinan kuat bahwa hukum internasional telah dilanggar, dalam bentuk yang bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang,” kata Pillay.

Namun delegasi Israel menyebut pernyataan tersebut sebagai “bias”, dan menyebut kemungkinan Israel tidak akan bekerjasama dengan tim penyelidikan PBB.

Sementara itu dilaporkan telah terjadi serangan roket di dekat bandara Ben Gurion di Tel Aviv, yang mengakibatkan beberapa maskapai penerbangan Uni Eropa dan AS membatalkan penerbangan ke bandara tersebut.

Menteri Hukum Israel Tzipi Livni, membantah tindakan melanggar hukum Israel. Menurutnya Israel telah bertindak sesuai hukum internasional.

“Memang disesalkan adanya korban sipil yang tewas, namun ketika kami memberitahu mereka untuk pergi dan Hamas meminta mereka untuk tinggal, maka terjadilah apa yang terjadi,” katanya dalam wawancaraa dengan radio Israel.

Livni juga menuduh Badan HAM PBB sebagai lembaga yang anti-Israel.

Israel menyebut setidaknya 31 warganye tewas selama aksi militer Israel di Gaza. Seorang pekerja asing di Israel selatan tewas dalam serangan roket yang ditembakkan pejuang Palestina, Rabu (23/7).

PBB menyebut sekitar 74% korban tewas dalam konflik Gaza yang tengah berlangsung adalah warga sipil, sementara Israel juga menembak fasilitas-fasilitas kesehatan.

Kyung-wha Kang, Asisten Sekjen PBB urusan kemanusiaan mengatakan bahwa warga sipil Gaza tidak memiliki tempat tujuan pengungsian yang aman setelah 44% wilayah Gaza ditetapkan Israel sebagai daerah perang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL