kuburan cinaBeijing, LiputanIslam.com — Dua pejabat di Provinsi Guangdong ditangkap polisi karena tuduhan mengkremasi mayat-mayat curian demi memenuhi kuota krematorium. Mereka mendapatkan mayat-mayat itu dengan membelinya dari para pencuri mayat.

Seperti dilaporkan BBC News, kedua pejabat itu mengakui apa yang dilakukan tersebut adalah sebagai upaya untuk memenuhi kuota pemerintah terkait jumlah mayat yang dikremasi setiap bulannya.

Dalam tradisi Cina, seorang anggota keluarga yang meninggal dikuburkan di bawah pusara dimana keluarganya bisa melakukan penghormatan kepada jenasah. Namun pemerintah menginginkan lebih banyak jenasah yang dikremasi daripada dikubur, untuk menghemat tanah dan membebaskan pembangunan.

Kasus ini mengemuka setelah munculnya laporan-laporan kehilangan jenasah di dalam kubur. Pada bulan Juni penduduk kota Beiliu di wilayah selatan Cina Guangxi, melaporkan jenasah kakeknya yang hilang dari kuburannya.

Sebulan kemudian, setelah melalui penyelidikan ketat,  polisi Beiliu menangkap pencuri jenasah bernama Zhong. Ia mengaku telah mencuri lebih dari 20 jenasah dari pekuburan lokal pada malam hari. Ia mengakui memasukkan jenasah-jenasah itu ke dalam tas dan membawanya ke provinsi tetangga Guangdong.

Zhong mengaku mayat-mayat itu dijualnya kepada 2 pejabat di Guangdong.

Kedua pejabat yang diketahui bernama He dan Dong, yang bertanggungjawab atas program “reformasi” menejemen pekuburan, telah ditangkap minggu lalu.

Dong mengakui telah membayar 3.000 yuan (sekitar Rp 5 juta), £306) per-jenasah. Sementara He mengaku membayar setengahnya per-jenasah.

Pemerintah Cina kesulitan menerapkan agenda kremasi yang dikampanyekannya karena kepercayaan tradisional Cina yang menghendaki jenasah harus dikubur dalam keadaan utuh agar bisa melakukan menjalani kehidupan di alam baka dengan damai.

Media-media Cina sempat melapokan adanya beberapa warga yang memilih mati bunuh diri agar bisa dikuburkan sesuai tradisi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL