John Kerry, Benjamin NetanyahuWashington DC, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu marah setelah seorang pejabat AS menyebutnya sebagai “tahi ayam” akibat kebijakannya yang terus membangun pemukiman ilegal di wilayah pendudukan Palestina.

Sebagaimana dilaporkan media Israel Haaretz, Netanyahu mengatakan, Rabu (29/10), bahwa dirinya tidak akan memberikan konsesi apapun kepada Palestina. Haaretz menyebut, pernyataan itu disampaikan sebagai respon pernyataan seorang pejabat Amerika yang menyebutnya sebagai “tahi ayam” dan “pengecut”.

“Saya tidak akan membuat konsesi yang bisa membahayakan negara kami,” kata Netanyahu kepada parlemen Israel, Rabu (29/10).

“Kepentingan utama kita, yang pertama dan terpenting, adalah bukan prioritas utama siapa yang menyerang kita dan saya secara personal,” tambah Netanyahu.

“Serangan kepada saya adalah karena saya melindungi negara Israel,” katanya lagi.

Pernyataan keras itu muncul beberapa jam setelah media AS The Atlantic mengutip pernyataan seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, yang menyebut Netanyahu sebagai “chickenshit” atau “tahi ayam”.

“Satu hal tentang Bibi (Netanyahu) adalah ia hanyalah “tahi ayam”,” kata pejabat tersebut sebagaimana dikutip The Atlantic.

Menurut pejabat itu, hal yang buruk dari Netanyahu adalah ia tidak akan melakukan apapun untuk membuat perdamaian dengan Palestina dan negara-negara Arab.

“Adapun hal yang baik tentangnya (Netanyahu) adalah ia takut untuk melancarkan perang,” tambah pejabat itu.

Lebih jauh, pejabat tersebut juga menyebutkan bahwa yang dipikirkan Netanyahu adalah melindungi diri dari kekalahan politik.

“Ia bukan (Yitzhak) Rabin, ia bukan (Ariel) Sharon, dan sudah pasti ia bukan (Menachem) Begin. Ia tidak memiliki keberanian.”

Sementara itu Menteri Ekonomi Israel Naftali Bennett, dalam pernyataannya kepada Jerusalem Post terkait dengan pernyataan pejabat AS itu menyerukan kepada As untuk “dengan segera menolak pernyataan kasar tersebut” dan “menghina Netanyahu berarti menghina jutaan rakyat Israel dan orang-orang yahudi di seluruh dunia”.

Hubungan AS dan Israel kini dalam tingkat paling buruk setelah Israel enggan mengimplementasikan kesepakatan penghentian pembangunan pemukiman ilegal yahudi di wilayah Palestina, sebagai syarat dimulainya perundingan perdamaian Palestina-Israel.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL