johnsonWashington DC, LiputanIslam.com — Seorang pejabat senior AS menyebut kelompok ISIL sebagai kelompok teroris yang harus dihadapi dengan kekuatan militer.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Minggu (22/2), Menteri Department of Homeland Security (DHS) Jeh Johnson mengatakan pihaknya tidak akan menganggap organisasi itu sebagai pengikut idiologi Islam.

“ISIL adalah organisasi teroris yang mewakili ancaman serius potensial terhadap negara kita, yang harus dihadapi dengan militer melalui pendekatan penuh pemerintah,” kata Johnson, sebagaimana dilansir Press TV, Senin (23/2) petang.

Menurut Johnson, komunitas Islam di kota-kota di AS seperti Minneapolis, Boston, Los Angeles, Chicago, Columbus, dan Ohio, menganggap ISIL telah membajak Islam.

“Agama kami adalah tentang perdamaian dan persaudaraan dan ISIL telah mencoba membajaknya dari kami,” kata Johnson menirukan pengakuan beberapa tokoh Islam AS.

“Korban terbesar dari ISIL sebenarnya adalah kaum Muslims,” tambahnya.

“Menurut saya, menyebut mereka bagian dari Islam hanya membuat kelompok itu lebih berharga dari seharusnya,” katanya lagi.

Kelompok ISIL yang awalnya dilatih oleh CIA di Yordania pada tahun 2012 kini telah menguasai sebagian wilayah di Irak dan Suriah, dan kini diketahui tengah berusaha menancapkan kekuasaan di Libya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL