li ka shingHongkong, LiputanIslam.com — Orang terkaya Hongkong Li Ka-shing, mendesak para anggota parlemen untuk meloloskan undang-undang yang mengatur pemilihan kepala eksekutif (Gubernur) Hongkong mendatang. UU ini menetapkan bahwa para kandidat kepala eksekutif diajukan oleh sebuah komisi yang dibentuk pemerintah.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Minggu (11/1), Li mengatakan bahwa jika undang-undang itu ditolak, maka kerugian yang diderita seluruh rakyat Hongkong “tidak bisa dihitung”.

“Kerusakannya akan tidak bisa dinilai jika reformasi konstitusi berhenti sampai di sini dan tidak ada kemajuan,” katanya.

“Refomasi konstitusi harus berjalan. Jika tidak, semua rakyat Hongkong, termasuk saya dan Anda semua akan merugi,” tambahnya.

Para anggota parlemen pro-“demokrasi” telah menyatakan penolakannya atas RUU tersebut dan mengancam akan menolaknya. Mereka menganggap reformasi yang ditawarkan adalah “demokrasi palsu”.

Untuk bisa melaksanakan pemilu mendatang yang akan digelar tahun 2017, pemerintah Hongkong perlu memiliki payung hukum baru sesuai UU yang ditetapkan pemerintah dan parlemen pusat di Beijing, yaitu pembentukan komisi yang bertugas menyeleksi para kandidat kepala ekskutif. Jika RUU ini ditolak, maka otomatis UU yang lama tetap berlaku. Dengan UU ini maka kepala eksekutif akan dipilih oleh sebuah komisi yang beranggotakan 1.200 orang.

Majalan Forbes dari AS yang secara rutin mengeluarkan daftar orang-orang terkaya di dunia memperkirakan kekayaan Li mencapai $33,5 miliar. Bisnis utamanya adalah di bidang properti, energi, retil, pengelolaan pelabuhan dan IT.

Pernyataan Li ini disampaikan usai ia mengumumkan pemindahan markas bisnisnya dari HOngkong ke Kepulauan  Cayman di Karibia, Amerika Tengah.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*