megawati

Sumber foto: Vivanews

Surabaya, LiputanIslam.com — Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri akan memimpin langsung kampanye terbuka di Surabaya, Jawa Timur, Senin 17 Maret 2014.

PDI Perjuangan dalam kampanyenya, masih mengusung tema sejarah perjuangan bangsa. Dalam rilis yang diterima VIVAnews, Megawati dijadwalkan berkunjung ke rumah tempat kelahiran Bung Karno di Jalan Pandean IV nomor 4 Peneleh.

Tak hanya itu, Megawati juga direncanakan  berkunjung ke Kampung Dinamo, Jl Bratang Gede. Di sana, dia akan melihat-lihat sentra kerajinan Dinamo. Terakhir, Megawati akan melakukan kampanye terbuka di Lapangan Thor Gelora Pancasila pada pukul 16.00 WIB.

Kampanye hari pertama kemarin. PDIP berkunjung ke tempat-tempat bersejarah. Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristianto, menuturkan, salah satu alasan memilih menyusuri gedung-gedung bersejarah, supaya bangsa Indonesia lebih tahu sejarah dan tetap menghargai jasa-jasa para pahlawan.

Rute napak tilas itu adalah dari Gedung Budi Utomo (Gedung Kebangkitan Nasional)  – Gedung Sumpah Pemuda – Gedung BPUPKI – Gedung Pola – pasar tradisional dekat dengan Gedung Pola dan terakhir di Gedung Cendrawasih Jakarta Barat.

Sementara itu, menurut Republika, PDIP tidak akan melayani usaha Prabowo mengungkit kesepakatan Batu Tulis. Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Tubagus Hasanuddin mengatakan partainya ingin fokus berjuang meyakinkan rakyat agar lebih selektif serta hati-hati memilih pemimpin.

“Pilih pemimpin yang memiliki rekam jejak yang jelas dan baik, bersih, santun dan mendahulukan kepentingan rakyat,” kata Hasanuddin dalam pesan singkat kepada Republika, Senin (17/3).Hasanuddin membenarkan adanya kesepakatan Batu Tulis antara PDIP dan Gerindra pada 2009. Salah satu klausul dalam kesepakatan itu adalah PDIP mendukung Prabowo Subianto sebagai capres 2014. “Kesepakatan dukung mendukung itu memang ada,” ujarnya.

Namun begitu, Hasanuddin menyatakan kesepakatan Batu Tulis batal lantaran pasangan Megawati – Prabowo gagal memenangkan Pemilu Presiden 2009. Hasanuddin menjelaskan klausul mendukung Prabowo sebagai capres 2014 dibuat dengan asumsi Megawati – Prabowo memenangkan pilpres. “Lha kalau asumsi itu tak terpenuhi , dan nyatanya tidak terpenuhi, maka kesepakatan itu gagal secara otomatis,” ujar Hasanuddin.

Hasanuddin mengaku heran dengan sikap Prabowo yang kembali mengungkit perjanjian Batu Tulis menjelang Pilpres 2014. Apalagi menurutnya pascapilpres 2009, Prabowo tidak pernah membicarakan perjanjian Batu Tulis. “Jadi sangat mengherankan kalau Prabowo kemudian mengungkit ungkit lagi kesepakatan itu,” katanya. (LiputanIslam.com/vivanews/republika/af)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL