ebola hoaxConakry, LiputanIslam.com — Wabah virus mematikan ebola diperkirakan akan berakhir pada bulan Agustus mendatang. Demikian pernyataan Ketua Misi PBB untuk wabah ebola Ismail Ould Cheikh Ahmed kepada BBC, Senin (23/3).

Ismail mengakui, selama ini PBB telah melakukan kesalahan dalam menangani wabah tersebut sehingga penanganannya berlarut-larut hingga menelan nyawa lebih dari 10.000 orang. Ia menyebutnya sebagai ‘tindakan arogan’.

Sementara itu kelompok ‘Medecins Sans Frontieres’ (dokter tanpa batas) menyebut kegagalan dunia bertindak telah mengakibatkan konsekuensi yang tragis. Kelompok ini menuduh pemerintah negara-negara yang terkena dampak serta PBB telah mengabaikan seruannya untuk melakukan tindakan, di awal-awal munculnya wabah tersebut.

Ismail mengatakan, ketika wabah tersebut mulai muncul terdapat ‘ketidak fahaman serta sikap-sikap arogan’. Namun akhirnya semua bisa mengambil pelajaran.

“Kami tidak bisa memberikan hari yang spesifik, namun saya sangat yakin (virus) ini akan hilang pada musim panas nanti,” kata Ismail.

Wabah virus ebola yang menerjang Afrika barat telah menelan korban lebih dari 10.000 orang. Korban terbanyak terjadi di Liberia dengan 4.283 orang meninggal, disusul Sierra Leone dengan 3.712 korban, dan Guinea dengan 2.241 korban.

Korban pertama diketahui meninggal pada bulan Desember 2013, yaitu seorang anak di daerah terpencil di Guinea.  Tiga bulan kemudian PBB baru mengumumkan terjadinya wabah, dan lima bulan kemudian baru ditetapkan kondisi darurat global. Pada saat ini lebih dari 1.000 orang telah meninggal.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*