CAMP SOUTH SUDANJuba, LiputanIslam.com – Puluhan ribu warga Sudan Selatan yang tinggal di kamp penjaga perdamaian PBB, masih ketakutan akan serangan balas dendam para militan setelah konflik berminggu-minggu yang memaksa mereka mengungsi. Hal ini diungkapkan  pejabat PBB, Senin (17/3). PBB dan badan-badan bantuan lainnya kini sedang mempersiapkan tempat perlindungan baru bagi para pengungsi.

Konflik yang telah berjalan lebih dari 3 bulan di Sudan Selatan itu, telah mengakibatkan 77.000 penduduk sipil harus hidup di 8 kamp PBB dalam kondisi yang berdesak-desakan. Kondisi ini diperburuk dengan mulai datangnya musim hujan disana.

Penjaga perdamaian PBB menjadikan kamp mereka sebagai tempat perlindungan bagi  penduduk sipil setelah konflik brutal berupa pembantaian dan pembersihan etnis melanda negara itu sejak Desember lalu.

Toby Lanzer, ketua badan Kemanusiaan PBB di Sudan Selatan mengatakan, “kondisi yang memilukan” melihat 25.000 orang harus berada dalam satu kamp pengungsian di Malakal.

“Aku tak ingin hidup terjebak di kamp, tapi lingkungan tempat tinggalku di Juba telah hancur, dan aku tak mungkin selamat di sana,” ungkap John Nyoun, seorang siswa di kamp pengungsian PBB tersebut.

Lebih dari 930.000 penduduk sipil telah melarikan diri dari rumah-rumah mereka semenjak konflik berlangsung, termasuk mereka yang melarikan diri ke negara-negara tetangga, jelas PBB.

Di Ibukota Juba sendiri, sekitar 10.000 penduduk sipil harus berdesak-desakan di satu kamp PBB, kini mereka mulai dipindahkan ke kamp PBB yang baru di lain kota, seiring selesainya pembangunan kamp PBB di kota  tersebut.(lb/newvision)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL