London, LiputanIslam.com–Penyelidik khusus PBB memulai perjalanan ke Inggris untuk memeriksa dampak penghematan anggaran pemerintah atas penyebaran kemiskinan di seluruh negeri.

Data menunjukkan bahwa seperlima warga Inggris, atau sekitar 14 juta, hidup dalam kemiskinan karena bergantung pada bantuan pemerintah untuk makan dan bertahan hidup.

Lonjakan kemiskinan ini disalahkan pada langkah-langkah penghematan pemerintah yang dimulai sejak 2010, dua tahun setelah resesi ekonomi, dalam rangka menekan defisit anggaran.

Kantor berita Guardian melaporkan pada Senin (5/11/18) bahwa pelapor khusus PBB untuk kemiskinan dan HAM, Philip Alston, baru saja memulai penyelidikan selama dua minggu mengenai tingkat kemiskinan di Inggris.

Alston menjelaskan, dia tengah memeriksa resiko-resiko dari penghematan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah Inggris.

Utusan PBB ini akan melakukan perjalanan ke beberapa kota termiskin bank makanan yang menjamur di seluruh Inggris selama beberapa tahun terakhir. Selain itu, ia juga akan mewawancarai warga miskin, anggota parlemen, pejabat pemerintah dan komunitas masyarakat.

Isu utama dalam penyelidikan Alston adalah untuk memeriksa dampak dari kebijakan perawatan sosial yang ditandatangani oleh pemerintah yang dipimpin oleh kalangan Konservatif. Pihak oposisi, Partai Buruh, telah berkali-kali memperingatkan bahwa kebijakan ini menyebabkan banyak orang jatuh miskin dan kehilangan rumah. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*