pasukan pbb afrikaBangui, LiputanIslam.com — PBB tengah melakukan penyidikan atas sejumlah laporan terbaru kasus pelecehan seksual yang dilakukan personil pasukan perdamaian di Republik Afrika Tengah (CAR).

Sebagaimana dilansir Press TV, PBB pada hari Selasa (5/1) telah meminta tiga negara, yang terlibat dalam misi perdamaian PBB di CAR, untuk menyelidiki dugaan keterlibatan anggota pasukan perdamaian dari negara mereka, atas dugaan melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap para pengungsi.

“Kami tengah menyelidiki tuduhan-tuduhan baru tentang tindakan eksploitasi seksual dan pelanggaran-pelanggaran lain oleh anggota pasukan perdamaian PBB di Bangui,” kata Jubir PBB untuk urusan CAR Stephane Dujarric.

Dujarric tidak menyebutkan nama ketiga negara tersebut, namun beberapa sumber menyebut Maroko, Mesir dan Gabon. Beberapa waktu lalu prajurit-prajurit Perancislah yang menjadi tertuduhnya. Mereka semua dituduh melakukan perkosaan, eksploitasi seksual dan transaksi seksual dengan wanita-wanita setempat.

Dalam kasus terbaru ini, korbannya adalah empat wanita di bawah umur yang tinggal di kamp pengungsi di ibukota CAR, Bangui.

Parfait Onanga-Anyanga, ketua misi perdamaian PBB di CAR, MINUSCA, mengatakan pihaknya tidak akan memberikan toleransi atas pelanggaran-pelanggaran tersebut. Para staff kantor PBB untuk anak-anak, UNICEF, telah bertemu para korban dan bekerjasama dengan organisasi-organisasi lokal untuk menangangi masalah psikologis mereka.

Kasus terakhir ini menambah jumlah personil perdamaian PBB yang terlibat dalam pelanggaran serupa menjadi 26 orang. Tahun lalu Sekjen PBB Ban Ki-moon memecat Kepala MINUSCA karena kegagalan mencegah aksi-aksi kekerasan seksual oleh anggotanya.

PBB menjadi sorotan negatif setelah munculnya sejumlah tuduhan para personil pasukan perdamaian dari Perancis dan negara-negara Afrika memaksa anak-anak melakukan tindakan seksual hanya untuk mendapatkan makanan antara bulan Desember 2013 dan Juni 2014.

Perancis yang mengirimkan ribuan personil keamanan di CAR menjadi sorotan utama setelah 14 prajuritnya menjadi tersangka kasus ini dan tengah menjalani pemeriksaan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL