HAM PBBBangui, LiputanIslam.com — Ketua Badan HAM PBB Navi Pillay mengungkapkan bahwa kekerasan yang kini sedang terjadi di Republik Afrika Tengah, telah sampai level “mengerikan”. Pernyataan Ketua Badan HAM PBB ini disampaikan pada konferensi pers di Bangui, Kamis (20/3)

Dalam pernyataannya, Pillay menyebut kasus-kasus mengerikan itu antara lain adalah kanibalisme dan eksekusi brutal yang dilakukan pihak-pihak bertikai.

“Orang-orang terus-menerus saling membunuh setiap hari,” tambahnya, “negeri ini telah menjadi negeri yang masyarakatnya tidak lagi hanya dibunuh, tapi juga disiksa, dimutilasi, dibakar hidup-hidup dan dipotong-potong.”

Pejabat tertinggi Badan HAM PBB itu juga menggambarkan bagaimana konflik kebencian antara sesama masyarakat Afrika Tengah yang kini terjadi, telah sampai ke tahap  “mengerikan”. Hal ini dapat dilihat dari data PBB yang menunjukkan bahwa diusirnya kaum muslimin  dari  Afrika Tengah adalah sebuah bukti telah terjadi operasi pembersihan etnis agama.

Konflik di Afrika Tengah terjadi setelah milisi Kristen melancarkan serangan terkoordinir kepada kelompok Muslim Seleka yang menggulingkan pemerintahan Maret lalu.

Milisi Kristen, bagaimanapun juga telah mengancam seluruh masyarakat Muslim. Penjaga perdamaian Perancis dan Uni-Afrika telah diturunkan, namun masih juga tidak sanggup untuk menghentikan kekerasan yang terjadi, dan bahkan dalam beberapa kesempatan dituduh juga telah membunuhi muslimin.

Perancis mengerahkan tentara sejumlah 2000 orang di sana, sedang Uni-Afrika menurunkan pasukan dengan jumlah tiga kali lipat. Hingga kini, ribuan orang dipercaya telah terbunuh dan lebih dari satu juta orang mengungsi.(lb/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL