Pyongyang, LiputanIslam.com–Badan Perlindungan Anak-Anak PBB, UNICEF, memperingatkan pada Selasa (30/1/18) bahwa terdapat ratusan ribu anak yang menderita kelaparan akibat sanksi yang dijatuhkan ke Korea Utara sejak tahun lalu.

Sanksi tersebut membuat para pekerja kemanusiaan tak dapat mengirimkan bantuan ke negara itu dan membuat banyak anak terperangkap dalam kondisi malnutrisi yang mematikan.

“Kami memperkirakan dalam waktu tertentu di tahun ini, sekitar 60.000 anak akan terkena malnutrisi yang parah. Ini adalah malnutrisi yang berpotensi ke arah kematian. Ini malnutrisi protein dan kalori,” kata direktur UNICEF untuk program darurat dunia, Manuel Fontaine.

“Jadi, kecenderungannya mengkhawatirkan, tidak semakin baik,” tambahnya.

AS dan sekutu-sekutunya di Barat dan Asia menjatuhkan sanksi keras terhadap Korut sejak tahun lalu, ketika Korut melakukan uji coba nuklir pada bulan Juli dan uji coba lainnya yang paling kuat pada Agustus.

Namun, sejumlah pengamat militer menilai, sanksi tersebut hanya akan berefek ke rakyat Korea Utara daripada ke militer dan pemerintah.

Wakil direktur eksekutif UNICEF, Omar Abdi, mengatakan pada Selasa lalu bahwa sanksi tersebut telah menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan dan juga suplai uang dan bahan bakar minyak ke negara itu.

“Yang terjadi adalah tentu saja bank-bank dan perusahaan yang mengirimkan barang-barang [ke Korut] menjadi lebih berhati-hati. Mereka tidak mau mengambil risiko dituduh melanggar sanksi,” papar Abdi kepada wartawan. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*