ban-ki-moon-2011-2-4-7-10-11New York, LiputanIslam.com —  Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin menjamin kepadanya bahwa ia tidak punya niat untuk mengatur serangan lebih jauh ke wilayah Ukraina.

Ban Ki-moon mengatakan kepada wartawan bahwa Putin menjelaskan kepadanya “ia tidak berniat untuk melakukan tindakan militer” setelah briefing Dewan Keamanan PBB mengenai pembicaraan baru-baru ini di Moskow dan Kiev.

Ban menanggapi pertanyaan wartawan tentang apakah Putin memberinya jaminan bahwa Rusia tidak berencana untuk pergi ke selatan dan timur Ukraina setelah mencaplok Krimea. “Saya juga harus memberitahu Anda pada saat yang sama Presiden Putin juga menyatakan keprihatinannya tentang beberapa elemen radikal ekstrim dan setiap gerakan tersebut di sepanjang garis perbatasan,” kata Ban.

“Emosi berjalan tinggi dan ketegangan juga telah dianggap sangat tinggi. Oleh karena itu, prioritas utama saya adalah untuk mendesak para pemimpin kedua (sisi) untuk terlibat dalam dialog langsung.”

Ban mendesak para pemimpin otoritas Ukraina mengatasi semua masalah domestik yang mungkin mereka miliki yang juga dapat menciptakan kekhawatiran bagi pihak Rusia.” Tetapi “dia (Putin) meyakinkan saya bahwa ia tidak punya niat seperti itu,” kata Ban.

Putin Telpon Obama
Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin telah menghubungi Presiden AS Barack Obama untuk mendiskusikan usulan AS terkait solusi diplomatik krisis Ukraina. Dilansir dari BBC, Sabtu (29/3), Gedung Putih mengatakan bahwa Obama menyarankan Rusia untuk menarik kembali pasukannya dan tidak memperburuk situasi di Ukraina.

Sedangkan menurut Kremlin, Putin tengah mempelajari situasi untuk mencari solusi krisis yang tengah terjadi. Dalam sebuah pembicaraan melalui telepon, Presiden AS mendesak Putin menghindari pengerahan militer di perbatasan Rusia dengan Ukraina.

“Presiden Obama menekankan kepada Presiden Putin bahwa Amerika Serikat tetap mendukung cara diplomatik untuk mengatasi krisis Ukraina,” kata pernyataan Gedung Putih. “Obama pun menjelaskan hal tersebut masih dapat dilakukan jika Rusia menarik kembali militernya dan tidak melakukan tindakan yang melukai kedaulatan dan intergritas wilayah Ukraina,” tambahnya.

Kedua pemimpin itu pun sepakat bahwa menteri luar negeri mereka akan segera bertemu untuk membahas langkah lebih lanjut. Usulan AS, yang dilakukan dengan berkonsultasi dengan Ukraina dan negara-negara Eropa lainnya ini, disampaikan oleh Menteri Luar Negeri John Kerry kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam sebuah pertemuan di Den Haag awal pekan ini.

Usulan tersebut meliputi pengerahan pengawas internasional untuk melindungi hak warga yang berbahasa Rusia di Crimea serta penarikan kembali militer Rusia ke pangkalan mereka. “Presiden Obama menyarankan agar Rusia melakukan tindakan konkret dalam tulisan,” kata Gedung Putih.

Obama menerima panggilan telepon dari Putin ketika tengah berada di Arab Saudi pada Jumat (28/3) lalu. Dilansir dari The Guardian, pembicaraan secara langsung itu pun dinilai sebagai pembicaraan pertama kalinya yang dilakukan oleh kedua pemimpin itu setelah AS dan Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.(ca/republika.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*