Kairo, LiputanIslam.com–Sekjen PBB memperingatkan tentang kebangkitan gerakan Islamophobia di seluruh komunitas internasional pasca serangan teror kepada Muslim di masjid Selandia Baru.

Kebencian kepada Islam “memasuki arus utama, menyebar seperti kebakaran liar lewat media sosial,” kata sekjen Antonio Guterres dalam pidatonya di Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir, pada Selasa (2/4), seperti dilaporkan oleh media Middle East Eye.

“Di seluruh dunia, kita melihat kebencian anti-Muslim, anti-Semitisme, rasisme, dan xenophobia yang terus meningkat,” tambahnya. “Kami melihat hal ini menyebar baik di negara-negara demokrasi liberal dan juga otoriter.”

Guterres pun menyebut penembakan massal pada tanggal 15 Maret oleh kelompok supremasi kulit putih di kota Christchurch sebagai contoh di mana kebencian anti-Islam bisa terjadi jika tidak dikontrol.

Sebelum aksi penembakan, teroris asal Australia yang diduga membunuh 50 orang Muslim itu sempat mengunggah sebuah “manifesto” ideologis yang dipenuhi pandangan ekstrem, di mana ia menggambarkan imigran Muslim di Eropa sebagai “penjajah.”

Pasca kejadian, lebih dari 350 pemimpin Muslim dari Inggris, AS, dan negara-negara dunia lainnya mengirim sebuah surat kepada media Guardian, di mana mereka mengutuk serangan tersebut sebagai “akibat mengerikan dari Islamophia yang sistematis dan dibudayakan.”

Mereka mengecam media arus utama, politisi dan akademisi di seluruh dunia karena memicu “kefanatikan” dan “kebencian” terhadap umat Islam. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*