Rakhine, LiputanIslam.com–Tim PBB baru-baru ini mengunjungi kawasan Rakhine di Myanmar barat. Mereka mengatakan, tingkat penderitaan warga Muslim Rohingya yang tersisa di sana ‘tak terbayangkan’.

“Tingkat penderitaan warga di sana tak terbayangkan dan PBB memberikan duka cita terdalam bagi para korban,” kata PBB, setelah tiga anggotanya mengunjungi kawasan di mana ribuan Muslim Rohingya menjadi korban kekerasan.

PBB kemudian meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan ‘lingkaran setan kejahatan’ terhadap Rohingya dan menyerukan “kebutuhan akses kemanusiaan yang lebih besar,”

Lebih dari 500.000 Rohingya kini telah lari dari Rakhine ke Bangladesh. Gelombang pengungsi dimulai ketika tentara Myanmar dan sekelompok Buddha menyerang desa Rohingya, membunuh dan membakar rumah-rumah mereka. PBB menyebut tragedi ini sebagai “contoh buku teks tentang pembersihan etnis.”

Kunjungan PBB ini dilakukan pertama kalinya sejak dimulainya tragedi pada akhir Agustus lalu.

Diplomat dan pekerja bantuan yang ikut dalam kunjungan ke Maungdaw dan Rathedaung belum mau memberikan komentar apapun.

Dalegasi Uni Eropa juga ikut dalam kunjungan ini, namun menyatakan bahwa tidak ada investigasi yang bisa dilakukan karena kondisi yang tak memungkinkan.

“Kami melihat desa yang telah terbakar sampai habis dan kosong dari penduduk. Kejahatan ini harus dihentikan,” tegas UE, sembari menambahkan bahwa Muslim Rohingya yang tersisa di Rakhine membutuhkan bantuan kemanusiaan. Mereka juga meminta pemerintah Myanmar agar memberikan akses media ke Rakhine. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL