New York, LiputanIslam.com–Tim pencari fakta PBB yang dipimpin eks Jaksa Agung Indonesia, Marzuki Darusman, merilis laporan mengkhawatirkan tentang Rohingya.

Ia menyebut bahwa militer Myanmar masih menargetkan kekerasan terhadap komunitas Muslim Rohingya.

“Saya khawatir bahwa kekejaman masih berlaku sampai hari ini. Bahkan sampai detik ini, sisa warga Rohingya masih menderita penindasan paling parah dan tidak ada yang berubah secara fundamental selama setahun terakhir, sejak Agustus 2017,” kata Darusman kepada wartawan dalam konferensi pers pada Rabu (24/10/18).

Konferensi pers tersebut dilakukan di hari pertemuan Dewan Keamanan PBB sesuai permintaan dari Inggris, Prancis, AS, dan 6 negara anggota lainnya.

“Yang terjadi saat ini adalah perlakuan genosida yang berlanjut,” tegasnya.

Darusman juga mengecam pembunuhan massal sistematis dan pemerkosaan geng yang dihadapi Muslim Rohingya.

Menurutnya, penolakan pemerintah Myanmar atas tuduhan ini “hanya memperkuat kasus” dan bahwa penyelesaian kasus ini harus dilakukan oleh komunitas internasional, bukan dari negara Myanmar sendiri yang tidak bisa diharapkan.

Sebelumnya, wakil istimewa PBB untuk Myanmar menyatakan bahwa pemerintah negara itu “enggan” menginvestigasi kejahatan terhadap Rohingya.

Serangan militer Myanmar terhadap komunitas minoritas itu menyebabkan kematian massal dan mengusir 700.000 penduduknya dari desa-desa mereka ke Bangladesh. Di Bangladesh, warga Rohinya hidup dalam kamp-kamp pengungsian yang penuh sesak dengan akses makanan, obat-obatan, dan pendidikan yang terbatas. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*