pengungsi suriahGenewa, LiputanIslam.com — Lebih dari 700 ribu pengungsi dan pendatang mencapai pantai Mediterania Eropa sepanjang tahun ini, di tengah krisis imigran terburuk di benua tersebut sejak Perang Dunia II. Demikian pernyataan badan pengungsi PBB UNHCR, Selasa lalu (27/10).

Sebanyak 562.355 orang yang melarikan diri dari perang dan penderitaan, bersusah payah mencapai pantai Yunani, sedangkan sekitar 140.000 orang lainnya tiba di Italia tahun ini, lapor AFP yang dilansir Antara, Rabu (28/10).

Dengan catatan kedatangan di negara Eropa lainnya, jumlah total orang-orang yang tiba di pantai benua tersebut mencapai 705.200 orang dan 20 persen diantaranya adalah anak-anak, kata PBB.

Sebanyak 3.210 orang dinyatakan tewas atau hilang saat mereka melakukan perjalanan sarat bahaya. Lebih dari setengah kedatangan tahun ini dari Suriah, 18 persen dari Afghanistan, dan enam persen dari Irak. Total 85 persen berasal dari 10 negara utama yang menghasilkan pengungsi, kata UNHCR.

Ketika Eropa berjuang menangani krisis, gelombang manusia tidak menunjukkan tanda-tanda mereda meskipun kondisi cuaca makin memburuk, ujar Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) yang melaporkan kedatangan 5.239 orang di Yunani pada Sabtu (24/10) dan 4.199 orang pada hari Minggu (25/10).

“Karena cuaca buruk dan laut bergelombang, staf IOM melaporkan bahwa melacak perahu-perahu pendatang di laut menjadi lebih sulit sehingga pengamatan udara sedang dilaksanakan,” tutur IOM dalam sebuah pernyataan, Selasa.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL