New York, LiputanIslam.com—PBB mengkritik rezim Israel karena masih melanjutkan konstruksi pemukiman dengan “angka tinggi” di kawasan pendudukan Palestina meski sudah dilarang oleh Dewan Keamanan (DK) PBB.

“Aktivitas pemukiman ilegal Israel masih berlanjut dengan angka tinggi, sebuah pola konsisten sepanjang tahun ini,” kata wakil PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, pada Senin (25/9/17).

“Pejabat Israel terus menggunakan retorika provokatif untuk mendukung ekspansi [pemukiman], yang membuat solusi dua-negara menjadi semakin tak terjangkau,” tambahnya.

Mladenov mengatakan hal tersebut setelah seorang pejabat Israel memberitahu reporter bahwa rencana konstruksi 2.000 unit pemukiman baru di Tepi Barat akan disahkan pada akhir minggu depan.

Sekitar 600.000 warga Israel tinggal di lebih dari 230 pemukiman ilegal yang dibangun sejak penjajahan Israel pada tahun 1967 di Tepi Barat dan Yerusalem timur.

DK PBB pada tahun lalu sudah membuat resolusi yang melarang konstruksi pemukiman Israel di kawasan pendudukan Palestina. Aturan bernama Resolusi 2334 dan disahkan pada 23 Desember 2016 itu menyebut pemukiman Israel sebagai “kejahatan besar terhadap hukum internasional.”  (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL