pengungsi ukrainaGenewa, LiputanIslam.com — Lebih dari sejuta orang telah meninggalkan tempat tinggalnya dan menjadi pengungsi akibat konflik di Ukraina. Demikian pejabat PBB menyatakan sebagaimana dilaporkan BBC News.

Selama 3 minggu terakhir saja, warga yang mengungsi ke wilayah Ukraina sendiri bertambah 2 kali lipat menjadi lebih dari 260.000. Pengungsi terbesar kini berada di Rusia dengan jumlah mencapai 814.000 orang. Sebagian kecil lainnya mengungsi ke beberapa negara seperti Polandia, Belarusia dan negara-negara Baltik.

Menurut PBB, dalam beberapa waktu terakhir sebanyak 20.000 pengungsi Ukraina telah pergi ke 3 negara Baltik, meski tidak disebutkan rinciannya.

Komisioner PBB untuk urusan pengungsian, Antonio Guterres mengingatkan, Selasa (2/9) bahwa jika krisis di Ukraina tidak juga selesai, maka hal itu tidak saja menimbulkan bencana kemanusiaan, namun juga menciptakan ketidakstabilan di seluruh kawasan.

Kebanyakan dari pengungsi itu tidak melaporkan diri  kepada otoritas Ukraina, karena selain percaya tidak akan mendapatkan bantuan, sebagian juga khawatir akan direkrut menjadi milisi bersenjata.

Sejak terjadinya konflik bersenjata yang diakibatkan oleh operasi militer Ukraina bulan April lalu, sebanyak 2.600 orang tewas, demikian laporan PBB akhir Agustus lalu. Puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban sebenarnya dipercaya jauh lebih besar lagi karena tidak semua korban tercatat.

Dalam perkembangan terakhir, pemberontak yang diduga mendapat dukungan langsung militer Rusia, berhasil merebut kembali beberapa wilayah yang sebelumnya telah jatuh ke tangan pasukan Ukraina.

Pemberontak berhasil mengusir pasukan Ukraina di sekitar kota Luhansk, merebut kota Novoazovsk dan Bezimenne di tepian Laut Azov dan membersihkan pasukan Ukraina di sekitar kota Donetsk. Pemberontak juga mengklaim telah mengepung ribuan pasukan Ukraina di sekitar Donetsk.

Kini pemberontak memusatkan perhatiannya untuk merebut kota pelabuhan strategis Mariupol. Jika berhasil, maka pemberontak secare efektif memegang kontrol atas kawasan Laut Azoz dan mengamankan jalur suplai dari Rusia maupun Krimea, sekaligus menghancurkan kepungan Ukraina atas kota Luhansk dan Donetsk.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL