Naypyidaw, LiputanIslam.com–Badan PBB untuk pengungsi, UNHCR, menyatakan bahwa kondisi Myanmar belum aman bagi kepulangan kelompok Muslim Rohingya yang menjadi korban persekusi militer negara itu.

Dalam pengumuman pada Kamis (12/4/18) itu, UNHCR menambahkan bahwa tanggung jawab harus dipikul oleh pemerintah Myanmar atas kondisi semacam itu.

“Kondisi Myanmar belum kondusif bagi kepulangan pengungsi yang aman, bermartabat, dan beekelanjutan,” tulis pernyataan itu.

Pengungsi Rohingya kini masih tinggal di kamp-kamp penuh sesak di Cox’s Bazar, Bangladesh. Akibatnya, mereka mengalami kekurangan makanan, sanitasi yang buruk, pikiran bunuh diri bagi anak-anak muda.

Pemerintah Bangladesh dan Myanmar telah menandatangani perjanjian pada tahun lalu untuk mengembalikan sekitar 750.000 warga Rohingya yang lari dari Rakhine sejak Agustus lalu.

Namun, pemulangan itu tertunda karena kurangnya persiapan dan juga aksi protes oleh para pengungsi yang tidak mau kembali ke Myanmar karena kondisi yang belum aman.

Pemerintah Myanmar telah mengizinkan beberapa ratus warga Rohingya untuk kembali, namun tidak ada satu pun yang berani melewati perbatasan. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*