Cox’s Bazar, LiputanIslam.com–PBB memperingatkan adanya “mimpi buruk” kemanusiaan di kamp pengungsi di perbatasan Bangladesh yang menampung lebih dari setengah juta warga Rohingya.

Dengan gelombang pengungsi yang tak berkesudahan di kamp-kamp yang sudah kekurangan air dan toilet, para pekerja bantuan mengatakan betapa kesehatan menjadi bencana terbesar di tempat tersebut.

Karim Elguindi, kepala UN World Food Program di kota perbatasan Bangladesh, Cox’s Bazar, pada Jumat (29/9/17) kemarin menilai arus massal pengungsi yang kelelahan itu sebagai kejadian yang “menyedihkan.”

“Ada lebih banyak orang masuk dan sudah tidak ada tempat yang cukup di dalam kamp,” kata Elguindi setelah dia turun ke lapangan, seperti yang dilansir media AP.

“Saya tidak tahu ada berapa warga Rohingya yang meninggalkan Myanmar … tetapi yang jelas masih ada yang sedang menuju ke sini,” tambahnya, sembari menceritakan bahwa banyak pengungsi yang melakukan perjalanan selama lima hari atau lebih tanpa membawa makanan.

“Orang-orang ini sangat rentan, lapar… mereka butuh penampungan dan air,” tukasnya.

Sementara itu, organisasi bantuan Red Cross juga melaporkan kondisi kesehatan yang buruk di kamp perbatasan Bangladesh. Para ahli kesehatan yakin bahwa kondisi kotor di kamp akan menyebabkan wabah seperti kolera.

“[Kondisi] di sana sangat kritis, penyakit diare benar-benar serius,” ujar seorang ahli kesehatan dan sanitasi internasional kepada AFP.

Penyakit diare yang merebak di kawasan pengungsian terjadi di saat negara Asia Tenggara itu tengah menghadapi musim hujan monsoon yang tinggi. Menurut para dokter, korban diare paling banyak ada di kalangan anak-anak. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL