darfur-01Darfur, LiputanIslam.com Misi PBB dan Uni Afrika di Darfur ( UNAMID ) menyatakan keprihatinan yang mendalam atas meningkatnya kekerasan yang terjadi di negara bagian Darfur,  Sudan selama beberapa hari terakhir. Pernyataan itu  dirilis pada hari Senin (3/3), di mana misi juga mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena kekerasan.

UNAMID menambahkan bahwa ada juga laporan  pembakaran dan  penjarahan yang dilakukan terhadap rakyat sipil.

“Sesuai laporan, kekerasan telah mengakibatkan sejumlah desa habis terbakar dan sejumlah warga sipil mengungsi ke wilayah Um Gunya, 50 km sebelah tenggara Nyala,” demikian laporan UNAMID.

Selain itu, UNAMID juga mengkritik penolakan Sudan untuk memberi akses pasukan penjaga perdamaian  ke wilayah-wilayah konflik.

” Pasukan penjaga perdamaian telah berusaha untuk mengakses daerah konflik dalam  beberapa kesempatan, tetapi selalu ditolak oleh pihak berwenang.”

Misi tersebut mendesak otoritas Sudan untuk mengizinkan penjaga perdamaian mengakses area konflik tanpa hambatan sehingga misi dapat melaksanakan tugas melindungi warga sipil sebagaimana diamanatkan Uni Afrika dan PBB. Sementara itu, hingga kini militer Sudan belum memberikan tanggapan atas permintaan UNAMID.

PBB mengatakan, lebih dari 300.000 orang tewas sejak konflik meletus di wilayah Darfur pada 2003, ketika pemberontak etnik minoritas mengangkat senjata melawan pemerintah yang didominasi orang Arab untuk menuntut pembagian lebih besar atas sumber-sumber daya dan kekuasaan.(lb/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*