New York, LiputanIslam.com—Dewan Keamanan PBB (UNSC) kembali mengeluarkan sanksi baru terhadap Korea Utara pasca militer negara itu melakukan uji coba rudal antara benua (ICBM).

Dalam pemilihan suara yang dilakukan di antara anggota UNSC pada Jumat (22/12/17), terkumpul 15 lawan 0 suara yang mendukung penjatuhan sanksi.

Sanksi yang dijatuhkan adalah pelarangan ekspor produk minyak sulingan Korut sebanyak 90% atau hanya 500.000 barrel pertahun. Selain itu, pembatasan ekspor minyak mentah hingga 4 juta barrel pertahun, dan pemulangan warga Korut yang bekerja di luar negeri dalam 12 bulan.

Dalam upaya untuk mencekik pemasukan Korut dari luar negeri, resolusi rancangan AS itu juga mencegah negara itu mengekspor sejumlah produk, yaitu diantaranya mesin, makanan, kayu, alat-alat elektrik, dan kapal. Pihak luar pun dilarang mengekspor alat-alat industri, mesin, alat transportasi, dan logam ke Korut.

Resolusi tersebut juga mengizinkan negara-negara lain untuk menyita, memeriksa dan membekukan kapal di pelabuhan atau perairan teritorial mereka yang dipercaya sedang mengirimkan kargo terlarang dari atau ke Korut.

Pada 29 November lalu, Korut mengumumkan bahwa mereka berhasil melakukan uji coba ICBM yang dapat mencapai wilayah AS. Langkah itu kemudian memancing banyak kecaman, terutama dari Duta AS untuk PB, Nikki Haley, yang mengancam Pyongyang akan kemungkinan perang..

Menurut Haley, sanksi baru ini “mengirimkan pesan yang jelas kepada Pyongyang bahwa tindakan [kontroversial] lain akan mengundang lebih banyak hukuman dan pengasingan.” (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL