martin-nesirskyDamaskus, LiputanIslam.com — PBB mengecam pembantaian warga  sipil Suriah terakhir yang terjadi di Maan, Hama, tgl 9 Februari lalu.

Jubir PBB Martin Nesirky dalam pernyataan pers yang digelar di mabes PBB, hari Selasa (11/2), mengatakan bahwa Sekjen PBB Bank Ki Moon merasa “sangat terganggu” dengan laporan-laporan media massa tentang pembantaian di Maan.

“Belasan warga sipil dilaporkan telah dibantai secara keji. Sekretaris Jendral (PBB) mengutuk sangat keras semua aksi kekerasan terhadap warga sipil dan menyerukan akan para pelaku kejahatan dalam pembantaian ini, juga semua kejahatan lainnya yang terjadi di Suriah untuk diadili.” Demikian pernyataan Nesirky.

Pada hari Senin (10/2) lembaga pengamat konflik Suriah yang berbasis di London, Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, melaporkan bahwa sebanyak 25 pejuang pro-pemerintah Suriah telah dibunuh oleh para pemberontak di Maan.

Namun kantor berita Suriah SANA melaporkan bahwa para korban yang tewas adalah warga sipil. 42 orang di antaranya adalah wanita, anak-anak dan orang tua. SANA menyebut pembunuhan tersebut dilakukan para pemberontak.

“Pembantian ini bukan yang pertama kalinya,” kata Menteri Sosial Suriah Kinda al-Shamat kepada media massa hari Minggu (9/2), seraya mengingatkan peristiwa-peristiwa pembantaian warga sipil lainnya selama konflik yang telah berlangsung selama hampir 3 tahun di Suriah. Kinda juga mengkritik organisasi-organisasi internasioal yang bungkam terhadap aksi-aksi pembantaian tersebut.

Militer Terus Lakukan Pembersihan

Sementara itu militer Suriah terus melakukan operasi-operasi pembersihan terhadap keberadaan pemberontak di berbagai penjuru negeri, menewaskan sejumlah besar pemberontak dan menyita persenjataan mereka.

Kantor berita Suriah SANA melaporkan beberapa operasi pembersihan yang dilakukan militer di provinsi-provinsi Damaskus, Aleppo, Deir Ezzor, Homs, Idlib, Latakia dan Daraa pada hari Selasa (11/2).

Di Idlib dan Latakia, militer Suriah berhasil menghancurkan sejumlah kendaraan yang dilengkapi dengan senapan mesin. Sementara di Idlib, militer berhasil menghancurkan terowongan bawah tanah sepanjang 300 meter yang digunakan pemberontak untuk menyelundupkan senjata dan amaunisi di area Maarat al-Numan. Di pinggiran Daraa, pasukan pemerintah juga dikabarkan menewaskan 28 pemberontak.

Beberapa laporan media menyebutkan, para pemberontak menggunakan obat-obatan terlarang untuk menjaga stamina tempur mereka, seperti amphetamine . Kelompok-kelompok terkait Al Qaida juga dilaporkan menggunakan obat-obatan stimulan secara ekstensif ketika melakukan serangan dan terlibat dalam tembak-menembak dengan pasukan pemerintah.

Dalam wawancara dengan media Argentina Clarin bulan Mei tahun lalu Presiden Bashar al Assad menyebutkan militan dari 29 negara kini terlibat dalam pertempuran melawan pemerintah.(ca/press tv/sana)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL