Tepi Barat, LiputanIslam.com–PBB menyuarakan keterkejutan atas aksi teror yang dilakukan penduduk Israel kepada seorang ayah Palestina beranak empat di Tepi Barat.

Pria bernama Hamdi Taleb Na’san (38) tewas dan 30 lainnya terluka setelah sekelompok warga Israel yang menamakan diri “tim relawan keamanan penduduk” dan tentara militer menyerbu desa al-Mughayer, 27 km dari kota Ramallah, pada Minggu (27/1).

Media Israel, Jerusalem Post, mengklaim bahwa penduduk Israel ini tengah mencari “tersangka” di balik kasus penusukan seorang pendaki Israel.

“Kejahatan hari ini di al-Mughayer mengejutkan dan tidak bisa diterima!” kata Koordinator Istimewa PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov, dalam sebuah cuitan tak lama setelah peristiwa ini terjadi.

“Israel harus mengakhiri kejahatan penduduk dan mengadili mereka yang bersalah,” tegasnya. “Saya berduka cita kepada keluarga pria Palestina dan mereka yang terluka. Semua orang harus mengecam kejahatan dan terorisme.”

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, Hanan Ashrawi, menyebut kelompok penduduk Israel ini sebagai “milisi” yang “menggerebek” desa al-Mughayer di bawah perlindungan dari tentara. Mereka disebut “meneror warga [Palestina] yang tak berdaya dan mendatangkan kekacauan.”

Hamdi Taleb Na’san merupakan warga Palestina ke-4 yang dibunuh oleh oknum Israel selama tiga hari terakhir.

Pada hari Sabtu sebelumnya, tentara Israel juga membunuh seorang warga Palestina di kota Yerusalem al-Quds hanya karena tidak mendengar perintah tentara untuk menghentikan mobil yang dikendarainya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*