Geneva, LiputanIslam.com–Juru bicara Komisioner Tinggi untuk Pengungsi PBB, Andrej Mahecic, mengatakan bahwa pengungsi Rohingya di Bangladesh harus dipastikan keamanannya sebelum mereka pulang ke tempat tinggal mereka di Rakhine state, Myanmar.

Hal ini dikatakan Mahecic dalam pertemuan media di Geneva, Swiss, pada Selasa (16/1/18).

“Tantangan utama harus diselesaikan,” katanya. “Salah satunya adalah memastikan bahwa mereka [pengungsi Rohingya] diberitahu tentang situasi di tempat tinggal mereka… dan keamanan mereka dipastikan,”

Sebelumnya pada hari yang sama, pemerintah Bangladesh dan Myanmar menyetujui pemulangan ratusan ribu pengungsi Rohingya dalam jangka waktu dua tahun.

Di bawah perjanjian antar kedua negara, Myanmar berjanji menerima pengungsi yang lari ke Bangladesh akibat serangan militer Myanmar pada Oktober 2016 itu.

Meskipun begitu, masih belum jelas apakah kelompok Rohingya yang tidak diakui sebagai penduduk Myanmar ini akan pulang karena dipaksa atau atas kehendak mereka sendiri.

Menurut PBB, terdapat sekitar 655.000 warga Rohingya yang mengungsi di Bangladesh sejak Agustus lalu. Mereka tinggal berjejalan di kamp-kamp perbatasan distrik Cox’s Bazar. Akibatnya, sejumlah pejabat kesehatan memperingatkan tentang penyebaran penyakit di kamp-kamp pengungsi ini.

Rohingya disebut oleh PBB sebagai “kelompok minoritas paling teraniaya di seluruh dunia.” (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL