Tepi Barat, LiputanIslam.com—Menjelang pertemuan Dewan HAM PBB tentang konflik Israel-Palestina pada minggu ini, seorang pejabat PBB memperingatkan bahwa Israel sudah siap melakukan aneksasi menyeluruh di wilayah Tepi Barat.

“Setelah bertahun-tahun pencaplokan de facto petak-petak di Tepi Barat oleh Israel lewat ekspansi pemukiman, pembuatan zona militer tertutup, dan langkah-langkah lain, Israel semakin dekat dalam membuat undang-undang yang akan melegalkan perampasan tanah Tepi Barat [secara menyeluruh],” kata pejabat bernama Michael Lynk itu.

Peringatan Lynk ini diunggah dalam website Kantor Komisioner Tinggi HAM PBB (UNHRC) —sebuah badan yang diboikot oleh AS dan Israel karena dituduh “bias anti-Israel”.

“Ini akan menjadi pelanggaran besar hukum internasional, dan dampak dari ekspansi pemukiman kepada HAM tidak boleh diabaikan,” lanjut Lynk.

“Ini adalah misi ketiga saya di kawasan sejak saya menjabat pada Mei 2016, dan laporan yang saya terima minggu ini memperlihatkan gambaran suram atas situasi kemanusiaan di Kawasan Pendudukan Palestina,” paparnya setelah kembali dari pertemuan misi di Palestina.

Beberapa kejahatan Israel yang disorot Lynk adalah tindak restriksi terhadap gerakan Palestina, razia-razia malam, kurangnya perizinan pembangunan, dan termasuk aneksasi de facto wilayah Tepi Barat.

Lynk akan memperesentasikan seluruh hasil penyelidikannya sebelum pertemuan Majelis Umum PBB ke-73 pada Oktober mendatang. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*