Dakota Utara, LiputanIslam.com– Forum Permanen PBB untuk Isu-Isu Masyarakat Pribumi (UNPFII) tengah menginvestagasi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Dakota Utara yang dilakukan oleh aparat setempat terhadap masyarakat pribumi Amerika yang memprotes konstruksi pipa minyak. Demikian dilaporkan oleh The Guardian, Selasa (01/11/16).

Forum PBB tersebut telah mendapatkan sejumlah pengaduan dari pendemo pipa Dakota Access. Mereka juga berencana akan menindak lebih lanjut setelah penyelidikan selesai

Selasa lalu, polisi dilaporkan melakukan penyemprotan merica dan beanbag untuk membubarkan massa dari tanah yang dimiliki perusahaan pipa minyak. Aparat hukum dari tujuh negara bagian turun untuk membantu polisi setempat dan anggota Garda Nasional Dakota Utara.

Perusahaan Dakota Access Pipeline tengah melangsungkan proyek senilai $3.7 milyar, yaitu membuat jalur pipa minyak dari Dakota Utara, melalui  Dakota Selatan dan Iowa sampai ke Illinois. Namun jalur pipa ini mencaplok tanah dan situs-situs suci dan kuno milik warga pribumi, yaitu tanding Rock Sioux Reservation. Sejak awal bulan Oktober, aktivis lingkungan AS bergabung dengan Persatuan Pribumi Amerika berdemonstrasi menolak proyek tersebut.

Warga Indian Sioux menyatakan bahwa proyek tersebut mengancam tempat-tempat suci mereka dan berefek buruk terhadap sumber air di sana. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL