Geneva, LiputanIslam.com–Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan laporan bahwa lebih dari 920.000 warga Suriah menjadi pengungsi selama 4 bulan pertama tahun 2018. Ini merupakan angka pengungsi tertinggi sejak konflik terjadi sejak 7 tahun lalu.

Koordinator kemanusiaan PBB untuk Suriah, Panos Moumtzis, menyatakan kepada wartawan di Geneva, Swiss, pada Minggu (10/6/18) bahwa Suriah masih terus mengalami pengungsian yang masif selama beberapa bulan terakhir.

“Kami menyaksikan pengungsian yang masif di Suriah… Dari bulan Januari sampai April, terdapat lebih dari 920.000 warga yang mengungsi,” kata Moumtzis. “Ini adalah angka pengungsian tertinggi selama periode yang pendek yang pernah kami lihat sejak konflik pecah.”

Moumtzis menambahkan, mayoritas pengungsi baru ini terpaksa berpindah tempat akibat dari eskalasi peperangan di kawasan Idlib yang dikontrol oleh berbagai kelompok ekstrimis.

PBB memperkirakan jumlah total masyarakat yang menjadi pengungsi di dalam negeri mencapai 6,2  juta orang. Jumlah ini belum termasuk 5,6 juta yang mengungsi di negara-negara tetangga.

Sampai kini PBB aktif menyuplai bantuan kepada 5,5 juta orang di Suriah setiap bulan. Namun Moumtzis menyuarakan kekhawatirannya tentang kurangnya dana bantuan, di mana hanya 26 persen yang terpenuhi dari $3.5 milyar yang diperlukan bagi pengungsi Suriah.

“[Suplai] kemanusiaan di lapangan benar-benar berada di titik puncak… Cadangan kami sudah kosong,” ucapnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*