Gaza, LiputanIslam.com—Pejabat kemanusiaan PBB di Palestina, Robert Piper, memperingatkan bahwa Jalur Gaza akan menjadi kawasan tak layak huni lebih cepat dari yang diperkirakan.

Dalam wawancara kepada AFP pada Selasa (11/7/17), Piper menyebutkan bahwa “semua indikator [kelayakan huni] berubah ke arah yang salah.”

“Kami memprediksi beberapa tahun lalu bahwa Gaza akan menjadi kawasan tak layak huni [dalam beberapa tahun ke depan], dan perkiraan tersebut ternyata datang lebih cepat dari yang kami kira,” ujarnya.

Pada tahun 2012 lalu, PBB memang mengeluarkan laporan prediksi bahwa Jalur Gaza akan tak layak ditinggali pada tahun 2020 jika tidak ada pencegahan atas blokade Israel di kawasan ini.

Piper mengatakan, Israel telah memutus suplai listrik ke Gaza hingga dua jam perhari, mengurangi pelayanan kesehatan, dan kini angka pengangguran naik hingga 60 persen.

Sebuah laporan baru PBB tentang kondisi kehidupan di Gaza dengan judul “Gaza – Ten Years Later” menyebutkan bahwa lebih dari 95 persen air di kawasan ini tidak layak untuk diminum.

Israel telah memblokade Gaza sejak tahun 2007 sebagai bentuk hukuman bagi dua juta penduduk di sana yang memberikan suara bagi  pemerintah Hamas. Blokade ini telah menyebabkan menurunnya standar kehidupan dan naiknya angka kemiskinan masyarakat Gaza. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL