Sana’a, LiputanIslam.com– Dalam sebuah pertemuan pada Jumat lalu, PBB memperingatkan bahwa akan ada jutaan warga sipil Yaman yang diperkirakan mengalami mati kelaparan sebelum akhir tahun 2018 ini akibat dari agresi koalisi pimpinan Arab Saudi.

Agresi Saudi sejak 2015 ini telah menghabisi ribuan warga sipil Yaman dan mendorong negara Timur Tengah tersebut ke dalam krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Koordinator bantuan darurat PBB, Mark Lowcock, menyampaikan kekhawatirannya tentang “penurunan impor makanan komersial melalui pelabuhan Laut Merah”. Jika masalah tersebut tidak diselesaikan, jumlah warga Yaman yang kelaparan akan naik dari 8,4 juta ke 18,4 juta pada Desember tahun ini.

Peringatan dari PBB ini keluar bertepatan di bulan suci Ramadan, di mana warga Yaman yang bermayoritas Muslim melakukan puasa. Menurut Lawcock, akan banyak Muslim Yaman yang berbuka puasa tanpa makanan apapun.

Krisis kelaparan ini disebabkan oleh blokade yang dilakukan koalisi Saudi atas impor makanan yang masuk ke Yaman.

Namun, bukan hanya itu, koalisi Saudi juga diketahui menyerang infrastruktur produksi dan distribusi makanan di Yaman. Hanya dalam satu tahun pertama konflik, Saudi mengebom lebih dari 350 titik pertanian, pasar, dan infrastruktur agrikultur lainnya.

Para nelayan Yaman juga menjadi target berdarah selama konflik berlangsung. Menurut data, lebih dari 250 kapal nalayan yang dirusak dan dihancurkan, dan 152 nelayan yang dibunuh oleh perahu-perahu dan helikopter milik koalisi Saudi. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*